Inilah Isi Pernyataan Sikap Tiga Pimpinan Majelis DPP Partai Persatuan Pembangunan Terhadap Ketum Suharso Manoarfa

0
IMG-20220826-WA0069

JAKARTA, Opininew.id,- Telah beredar ke publik isi surat pernyataan sikap dari ketiga pimpinan Majelis Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan  (Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, Majelis Kehormatan  dengan menandatangai surat  pernyataan sikap bersama yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H. Suharso Monoarfa,

Menurut informasi salah seorang Narasumber terpercaya yang disampaikan kepada redaktur OPININEWS.ID, lewat phonselnya,  Jumat (26/8/2022) di Jakarta Pusat. Bahwa terkait  keadaan dan perjalanan Partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca Muktamar IX sampai dengan saat ini, telah berkembang suasana yang semakin tidak kondusif sehingga menimbulkan kegaduhan ditubuh internal Partainya.

Adapun berikut dibawah  inilah isi surat pernyataan sikap yang ditandatangani bersama ketiga Pimpinan Majelis  yakni : Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, Majelis Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat PPP sebagai berikut :

DEWAN PIMPINAN PUSATPARTA PERSATUAN PEMBANGUNAN(Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, Majelis Kehormatan) Kepada YthSaudara Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H. Suharso Monoarfadi-Jakarta.

Assalamualaikum Wr. Wb.Menyikapi keadaan dan perjalanan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca Muktamar IX sampai dengan saat ini, bersama ini dengan hormat kami 3 (tiga) Pimpinan Majelis (Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, Majelis Pertimbangan) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

1.Telah berkembang suasana yang tidak kondusif dan kegaduhan di Partai, terutama dikalangan para kyai dan santri baik yang menjabat di struktur partai maupun pendukung PPP akibat dari pidato Saudara Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum PPP dałam forum pendidikan anti korupsi bagi PPP yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada tanggal 15 Agustus 2022. Rekaman pidato saudara telah menjadi viral diberbagai media sosial dan menciptakan suasana yang kontra produktif bagi perjuangan partai menyongsong pemilihan umum mendatang.

Pidato Saudara Suharso Monoarfa terkait dengan pemberian sesuatu ketika silaturahmi atau sowan kepada para Kyai tersebut telah dinilai oleh berbagai kalangan kyai dan santri sebagai penghinaan terhadap para kyai dan dunia pesantren. 

Setelah kami mendengarkan kembali pidato terkait dengan hal diatas, maka kami juga berpandangan bahwa yang disampaikan oleh Saudara Suharso Monoarfa tersebut merupakan ketidakpantasan dan kesalahan bagi seorang pimpinan partai Islam yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan mengedepankan akhlak mulia, khususnya terhadap para ułama dan kyai yang menjadi panutan umał Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.Sebelum timbulnya kegaduhan akibat pidato di KPK RI tersebut diatas, kami para pimpinan Majelis juga mengikuti dengan seksama berbagai demonstrasi yang masih berlanjut sampai saat ini dikarenakan sejumlah keputusan DPP-PPP atas hasil forum  permusyawaratan partai baik di tingkat musyawarah wilayah maupun musyawarah cabang PPP, serta isu gratifikasi yang dilaporkan sebagai tindak pidana korupsi kepada KPK RI.

Berbagai demonstrasi terhadap kepemimpinan Saudara Suharso Monoarfa tidak hanya terjadi di kantor DPP-PPP, akan tetapi juga dilaksanakan pada Kantor Kementerian PPN/Bappenas dan KPK RI. Demonstrasi seperti ini, belum pernah terjadi sebelumnya dalam perjalanan sejarah PPP, dan telah menurunkan matwah PPP sebagai partai politik Islam.

3.Terdapat berbagai pemberitaan mengenai persoalan kehidupan rumah tangga pribadi Saudara Suharso Monoarfa diberbagai media dan media sosial yang menjadi beban moral dan mengurangi simpati terhadap PPP sebagai partai Islam.

4.Mengingat bahwa pada situasi sebelumnya elektabilitas PPP tidak juga beranjak naik semenjak dipimpin oleh Saudara Suharso Monoarfa, maka ketiga poin diatas akan menjadi hal yang kontra-produktif bagi peningkatan elektabilitas PPP.

Mempertimbangkan hal-hal yang kami sampaikan diatas serta masukan informasi dan pandangan sejumlah pihak baik didalam dan diluar jajaran PPP, maka kami sebagai pimpinan ketiga Majelis di DPP-PPP meminta saudara Suharso Manoarfa untuk berbesar hati mengundurkan diri dari jabatan Ketua IJmum DPP-PPP.

Permintaan diatas insya Allah akan membawa kebaikan bagi PPP dan seluruh jajaran maupun akar rumput yang ada didalamnya. Kebaikan ini yang kami yakini akan menjadi salah satu faktor penyelamat PPP dalam Pemilu 2024.

Atas kesediaan dan sikap bijak Saudara untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum DPP-PPP, kami menyampaikan ucapakan jazakallah khoiron katsira.Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ditetapkan di  Jakarta
Pada tanggal  24 Muharram 1444 H/22 Agustus 2022 M.
DEWAN PIMPINAN PUSATPARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
Ketua Majelis Syariah, KH.Mustofa Aqil Siraj
Ketua Majelis Kehormatan, H.Muhamad Mardiono.
Ketua Majelis Pertimbangan, KH.Zarkasih Nur.(han)

Editor : (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *