Heru Cipto Nugroho : Persaingan Elektabilitas Figur Capres 2024 Makin Sengit, Ganjar, Anies, Ridwan dan Airlangga Ungguli Prabowo – Sandiaga

0
IMG-20210527-WA0324

JAKARTA,Opininews.id;-Pengamat Sosial Politik Heru Cipto Nugroho berpendapat pada tahun politik 2021 ini, semua tokoh politik dan elemen masyarakat Indonesia lainnya, selain  menyoroti masalah penanganan pandemi Covid-19, kebebasan demokrasi, dan juga suksesi kepemimpinan bangsa Indonesia terkait Capres 2024 Mendatang. 

“Yang ditandai dengan maraknya berbagai Lembaga -lembaga survei nasional yang menyoroti soal elektabilitas sejumlah figur tokoh Kepala daerah maupun tokoh partai politik yang menjadi figur Capres 2024 mendatang, karena dimana masa pandemi Covid-19 ini, dapat mengubah konstelasi peta politik Tanah Air.” Demikian disampaikan Pengamat Sospol Heru Cipto Nugroho kepada beberapa media termasuk OPININEWS.ID, Kamis (27/5/2021) di Kantornya Tebet Jakarta Selatan.

Menurut Heru Cipto Nugroho pasalnya Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno  pasangan duet nya di Pilpres 2019 lalu yang tadinya selalu unggul menempati survei tertinggi jauh dibanding dua kepala daerah yang digadang-gadang maju ke Pilpres 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. 

Lanjut Politisi Senior Heru Cipto Nugroho dimana pada tiga tahun terakhir ini, menjelang Pilpres 2024 mendatang, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Pasangan Duetnya Sandiaga Uno, kini elektabilitasnya mulai meredup sehingga tersalip oleh beberapa kontestan Capres 2024 lainnya Seperti :  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, Gubenur Jabar Ridwan Kamil, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Puan Maharani & Ketum Partai Demokrat Agus Harimuti Yudhoyono (AHY).

“Secara konsisten, terutama elektabilitas Ganjar Pranowo, Anies Baswedan , Airlangga Hartarto, Ridwan Kamil,Gatot Nurmantiyo, Puan Maharani dan Agus Harimurti  Yudhoyono (AHY) Trenya terus naik di beberapa Lembaga -lembaga  survei nasional, sebaliknya Prabowo Subianto trannya terus mengalami naik dan turun. Artinya Elektabilitas Prabowo Subianto masih tidak stabil untuk syarat maju pada Pilpres 2024 mendatang,”ungkap  Pengamat Sospol Heru Cipto Nugroho.

Selanjutnya Heru Cipto Nugroho  mengatakan bahwa survei bulan Februari tahun 2020 itu adalah survei base line, sebelum kita memasuki pandemi covid 19 secara resmi bulan Maret. Waktu itu memang Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih unggul 22,2 persen, Ganjar 9,1 persen, Anies Baswedan saat itu 12,1 persen, Sandiaga Uno 9,5 persen, Ridwan Kamil (RK) 7,7 persen, Mas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 6,5 persen, Gatot Nurmantyo 2,2 persen, di bulan Februari. Simulasinya sama 15 nama,” kata Heru Cipto Nugroho yang mengutif  dari berbagai Lembaga Survei Nasional pada  Minggu (25/10/2020) lalu.

Lebih lanjut Heru Cipto Nugroho  menjelaskan, bulan Mei 2020, mulai ada perubahan; Prabowo turun signifikan dari 22% ke 14%. Kemudian Ganjar Pranowo naik menjadi 11,8%, Anies turun menjadi 12.4 %, Sandi pun turun menjadi 6%, dan Ridwan Kamil naik menjadi 7,7%, dan seterusnya.

Kemudian lanjut Heru Cipto Nugroho pada bulan Juli, elektabilitas Prabowo masih tertekan jadi 13,5%, Ganjar kembali mengalami kenaikan menjadi 16,2%, Anies naik menjadi 17,1% Sandi naik jadi 9,2%, Ridwan Kamil naik 8,6%, dan AHY naik menjadi 6,8%.

“Tapi, Ganjar, Anies dan Prabowo masih  tidak terlalu signifikan secara statistik,” imbuh Heru Cipto Nugroho yang mengutif lagi salah satu hasil lembaga Survei Nasional.

Kemudian Heru Cipto Nugroho mengutarakan bahwa kelemahan dan makin menurunnya elektabilitas serta popularitas Prabowo Subianto salah satunya adalah terjadinya musibah tenggelamnya kapal selam 402 dan juga  belum didekatinya Ulama yang pada Pilpres beberap tahun lalu, yang sangat fanatik mendukung mati-matian Pasangan Duet Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno.

Lanjutnya begitu juga Sandiaga Uno yang dahulu janjinya istikomah katanya tidak akan jadi menteri ternyata gabung juga menjadi menteri di kabinet Pemerintahan Presiden Jokowi. Sehingga membuat para pendukung dan pengemar fanatiknya Pasangan duet Prabowo dan Sandiaga saat ini akan berpikir ulang memilihnya lagi. 

“Maka solusinya pada Pasangan duet Prabowo dan Sandiaga  adalah harus segera diperbaiki agar elektabilitas dan popularitas terus naik lagi yaitu : dengan cara segera mendekati lagi para pendukung dan pengemarnya, terutama para Ulama dan Emak-Emak, Apabila Prabowo – Sandiaga kekeh tidak segera mendekati Ulama dan kaum emak-emak  bisa “Nglamun Jambu” di 2024 bahkan  Partai Gerindra juga akan turun Pemilihnya,” ujar Heru Cipto Nugroho.

Selain itu dikatakan Heru Cipto Nugroho untuk Capres 2024 lainnya seperti, Anies Baswedan yang pada tahun 2022 nanti habis masa jabatannya,  sehingga tidak lagi menjabat Gubenur DKI tentu sangat berat, karena akan lebih sulit mendapat elektabilitas dan popularitas, sehingga Anies Baswedan harus segera bisa membuktikan kinerjanya saat ini memimpin DKI Jakarta agar Lebih baik serta sejahtera warganya, sehingga tentunya akan dapat meningkatkan elektabilitas dirinya.

“Saya kira nantinya Justru Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dari PDIP dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang tentunya akan diuntungkan dengan selesainya masa jabatan Gubernur DKI Anies Baswedan pada tahun 2022 nanti,” tuturnya.

Lanjut Heru Cipto Nugroho apabila kondisinya masih seperti saat ini konsisten justru PDIP bisa menjagokan Capresnya dari Parpolnya sendiri pasanga  duet Ganjar Pranowo dan Puan Maharani maju menjadi Capres dan Cawapres 2024 mendatang.”Tentunya kalau PDIP mau maju Calonnya sendiri ya Kadernya jangan ada yang di tangkap KPK Lagi , baru masyarakat akan percaya,” tegas Heru Cipto Nugroho.

Kata Heru Cipto Nugroho kemudian  disusul oleh Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai kuda hitam yang diuntungkan, karena saat ini masih menjabat Menteri Perekonomian. Sehingga Airlangga Hartarto diharapkan saat ini harus bisa membuktikan bahwa Kementerian perekonomian yang di pegangnya saat ini, pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik dan utang negara menurun baru masyarakat akan percaya.

Lanjut Heru Cipto Nugroho sedangkan kontestan  Capres 2024 lainnya yang digadang-gadang Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun masih belum ada pengalaman menjadi  seorang pemimpin pejabat Publik, sehingga masih menjadi sangat sulit masyarakat untuk memilihnya.

“Sementara itu  Capres 2024 mendatang lainnya, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, harus terus memberikan kritik dan saran yang punya bobot dan solusi bagi keutuhan dan kesejahteraan rakyat,  bangsa dan negara kita tercinta ini, sehingga bisa mengangkat dan menaikan elektabilitas maupun popularitasnya,” pungkasnya.  (Muzakir).

Editor : Yan Zapin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *