Dr. Imam Shamsi Ali Setuju Boikot Produk-Produk Perancis, Sebaiknya Pakai Parfum Islam

0
IMG-20201031-WA0434

JAKARTA, Opininews.id – Kontroversi terkait penistaan terhadap agama Islam oleh Presiden Perancis Immanuel Macron, hal ini tidak bisa dibenarkan dalam kehidupan beragama. Penistaan terhadap agama tidak boleh diberi ruang sedikitpun.Pemerintah diharapkan memberikan langkah konkrit baik diplomatis maupun politik.

Pernyataan Macron jelas menghina dan menyudutkan agama Islam
dengan menghubung-hubungkan Islam dengan terorisme atau ekstremisme hingga menghina Nabi Muhammad SAW.

Sehingga di tengah -tengan pandemi Covid-19 ini, ummat Islam sedunia murka dan sangat geram dengan mengecam pernyataan Marcon tersebut.

Tak pelak atas penistaan tersebut Dr. Imam Shamsi Ali sebagai Imam Besar Masjid New York USA ikut angkat bicara, karena sebagai ummat Islam, ia merasa terpanggil agama dan Nabi nya di hinakan.

Dikatakan Dr. Imam Shamsi Ali
Bahwa apa yang terjadi di Prancis sesuatu yang sangat kita sayangkan karena memang sleep paradox semacam ketidak jujuran.

“Seorang Presiden Marcon yang menjadi figur lambang negaranya membuat kemarahan umat Islam sedunia merupakan contoh seorang pemimpin yang sangat memalukan bagi negaranya,”ujar Dr.Imam Syamsi Ali kepada OPININEWS.ID,di Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2020).

Dr. Imam Shamsi Ali menyebut negara Prancis selama ini, terkenal sangat kaku dalam memahami konsep sekulerisme berbeda dengan di negara Amerika Serikat (USA) dalam memahami konsep Sekulerisme itu, tidak memisahkan secara kaku antara perbedaan negara dengan kehidupan beragama, akan tetapi di Prancis di pisahkan secara totalitas antara Agama dengan Negara.

“Jadi agama tidak boleh sama sekali dalam kehidupan publik, itu pemerintah Prancis sangat takut sekali,” urainya.

Menurutnya bahwa yang menyakitkan sekali pernyataan Presiden Prancis Macron kali ini, justru mendukung penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW yang tentunya sangat kita tentang dan sangat kita sesali, karena di satu sisi Prancis mengangkat kebebasan tapi kebebasan yang tidak bertanggung jawab.

Kebebasan yang di maksud bagi umat Islam itu adalah kebebasan yang menjaga sensitifitas jangan atas nama kebebasan kita meresahkan, kita menyerang orang dan menistakan orang lain. Jadi kita ummat Islam memang harus mengkritiknya pernyataan Presiden Prancis tersebut.

“Saya berharap yang mengkritik Presiden Prancis sebaiknya melalui bapak Presiden Indonesia segera bersuara juga,”harapnya.

Terkait pemboikatan produk-produk Perancis oleh negara-negara Islam di dunia menurut Dr. Imam Shamsi Ali banyaknya negara-negara yang sudah memboikot prodak-produk Prancis, dirinya tentu setuju dengan adanya boikot produk Prancis itu, akan tetapi ia ingin menghimbau lebih jauh lagi agar umat Islam Indonesia jangan hanya sekedar memboikot. Seharusnya kalau bisa menampilkan kritikan alternatif yaitu: jangan lagi pakai Parfum produk Prancis sebaiknya pakai parfum buatan Islam saja.

“Jadi kita sebagai ummat Islam harus selalu belajar memberikan solusi alternatif, artinya ketika kita memboikot ada solusi kebaikannya bagi umat Islam juga,” imbuhnya.

Masih menurut Dr. Imam Shamsi Ali, Presiden Prancis Macron perlu segera meminta maaf kepada ummat Islam dan tentunya ummat Islam mengutuk segala bentuk kekerasan yang terjadi kepada siapapun.

“Sebab sesuai yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad SAW segala bentuk kekerasan dan kejahatan apapun di muka bumi ini tidak bisa ditolelir lagi, dan tentunya segala amal perbuatan kita itu pasti ada balasannya baik itu di dunia maupun di akherat nanti,” tandasnya. (han)

Editor : ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *