Heikal Safar SH : Gaji Pokok Gubernur Selama 1300 Tahun Tidak Mampu Membayar Hutang Hingga 50 Milyar..!!

0
IMG-20230207-WA0177

JAKARTA, Opininews.id,- Suhu politik menjelang pemilu serentak 2024 di Indonesia memasuki awal tahun politik 2023 ini terus semakin meningkat, pasalnya kembali mencuat tersiar kabar ke publik, diduga adanya peristiwa perjanjian utang piutang senilai Rp.50 Milyar antara Anies Baswedan dengan pasangan calonnya, Sandiaga Uno yang diungkap oleh Erwin Aksa mantan Timses Pasangan Anies-Sandi pada pilgub 2017 yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar,

Seperti artikel salah satu media massa dalam ceritanya Erwin Aksa bercerita bahwa uang hutang tersebut dibutuhkan agar roda logistik lancar untuk memenangkan Pilgub 2017, dan perjanjian utang piutang tersebut disusun oleh Rikrik Rizkiyana, pengacara Sandiaga Uno pada saat itu.

Sehingga peristiwa terkait dugaan hutang piutang antara mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan calon pasangannya Sandiaga Uno sebesar Rp.50 Milyar pada saat itu membuat beragam komentar dari sejumlah elemen masyarakat di seluruh Indonesia untuk ikut menyikapinya salah satunya yakni Sekjen Rekat Indonesia Heikal Safar SH yang juga bakal calon Walikota Bekasi dengan tegas mengajak kepada seluruh rakyat di Indonesia untuk bersama-sama  menyuarakan dan menyikapi dengan seadil -adilnya dalam berbagai manuver tokoh-tokoh partai politik menjelang Pileg dan Pilpres 2024.

Menurut Heikal Safar, Rekat Indonesia bersama-sama seluruh elemen masyarakat lainnya di Indonesia menjelang Pileg dan Pilpres 2024, tentunya untuk selalu menyuarakan dan menyikapi dengan bijak dalam setiap adanya berbagai macam isu politik yang digaungkan oleh tokoh -tokoh parpol,

“Maka kita saat ini harus membuka mata, telinga dan akal sehat, Evaluasi semua Partai Politik yang berorientasi pada uang, kalau terbukti !!! bubarkan Partai politik tersebut, 

“Demikian dikatakan Sekjen Rekat Indonesia, Heikal Safar SH yang juga Bakal Calon Walikota Bekasi 2024 saat diwawancarai sejumlah awak media massa termasuk OPININEWS.ID di kantornya sekitar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2023).

Lebih lanjut Heikal Safar SH menegaskan bahwa Politik uang hanya membuat negeri kita tercinta Indonesia ini semakin terpuruk dan rakyatnya semakin tertindas, sangat sulit rasanya bicara keadilan dan kemakmuran dinegeri tercinta Indonesia ini, jikalau peristiwa yang diungkap Erwin Aksa Wakil Ketua Umum Partai Golkar benar adanya.

“Mari kita coba melihat fakta Gaji Pokok Gubernur DKI Jakarta perbulan 3 juta × 12 bulan × 1300 tahun = Rp 46.800.000.000,- (empat puluh enam milyar delapan ratus juta rupiah), sangat tidak masuk akal dana sejumlah 50 milyar dihambur – hamburkan untuk kepentingan sesaat di pilkada 2017, apakah pemodal pilkada tidak berhitung tegak lurus ? ” tegas Heikal Safar SH.

Selanjutnya Heikal Safar SH mengingatkan, agar seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk tidak terpancing dengan adanya berbagai macam isu-isu liar dalam politik agar tidak  berkembang dan memperkeruh situasi politik menjelang pemilu serentak 2024,

“Saya sebagai Sekjen Rekat Indonesia tentunya sangat menghargai dan menghormati setiap pernyataan, pendapat dan hak bicara orang lain yang memang telah diatur dalam undang-undang, namun setiap pernyataan itu harus bisa dipertanggungjawabkan, jangan malah menjadi isu liar yang tidak bisa dibuktikan,”ujar Heikal Safar SH.

Lanjut Heikal Safar  bahwa dirinya menduga dihembuskannya berbagai macam isu -isu politik salah satunya  terkait soal perjanjian hutang piutang antara mantan Gubernur DKI Anies dengan pasangannya mantan Wagubnya DKI Sandiaga Uno tersebut, untuk melemahkan pencapresan Anies dengan cara – cara murahan yang subtansinya tidak berkualitas.

“Sehingga saya selaku Sekjen Rekat Indonesia mengingatkan bahwa dalam pilpres 2024 nanti, diperlukan ketelitian, kesadaran dan keikhlasan seluruh rakyat Indonesia dalam memilih Calon Pemimpin bangsa Indonesia yang dapat memberikan banyak manfaat, adil dan mensejahterakan bagi seluruh  rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Editor : (Red/Zakir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *