Pasangan Yoki Antoni dan Almira Zuraida Berujung Pada Akad Nikah Gunakan Konsep Syar’i

0
20201225_085721

BEKASI-KOTA, Opininews.id- Ditengah suasana pandemi Covid 19 tak menyurutkan niat menjalankan ibadah akad nikah dengan Tren pernikahan mengangkat konsep syar’i yang semakin diminati oleh pasangan muslim di Indonesia. Bukan hanya dari prosesi akad nikahnya saja tetapi hingga pesta pernikahan pun menggunakan cara yang mengedepankan syariat Islami.

Dalam prosesi akad nikah yang sakral, nampak suasana hikmat terlihat Pengantin Yoki Antoni, SE putra kelima dari putra Alm Sarmo bin Dullah Mukri.

Ketika berikrar ijab kabul disaksikan para saksi kedua belah pihak mempelai pengantin dengan dipimpin langsung oleh Penghulu H Imron Rosyadi. S.Ag. dari Pejabat KUA Pondok Gede dan sebagai Wali Nikah mempelai pengantin wanita Almira Zuraida anak kedua dari dua orang bersaudara ini adalah Ayahandanya sendiri yaitu Ir Setia Bakti.

Seusai Ijab Kobul dengan Adab-adab syari walimatul ‘ urs tersebut bertempat dikediaman mempelai wanita Jln H. London RT 003/ RW 01 Kelurahan Jati Bening Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi. Pengantin mempelai pria Yoki Antoni, SE mengatakan sebelumnya Alhamdulillah ya Allah, kami bersyukur sekali atas rahmat dan hidayah nya Allah SWT yang telah mempertemukan, ia dan istrinya di hari pernikahan pada 25 Desember 2020 ini,

Selanjutnya Pengantin mempelai pria Yoki Antoni, SE menuturkan bahwa perjodohannya sangat singkat melalui Akun Ta’aruf Mawadah Online dari situ Allah SWT mempersatukan kami dan mempermudah jalannya hanya waktu sebulan.

“Setelah perkenalan seminggu kemudian saya nazar melihat wanita nya lalu setelah itu seminggu kemudian ada lamaran dari kedua belah pihak keluarga, lalu seminggu juga langsung melakukan pernikahan.” tuturnya.

Lebih lanjut ia menegaskan walupun dimasa pandemi covid 19 ini, tidak menyurutkan niat kami berdua, karena sejatinya pernikahan adalah ibadah tidak melihat apa itu pandemi atau musibah apapun karena kita di niatkan lagi untuk ibadah kepada Allah dan Alhamdulillah di lancarkan semuanya.

“Ketika itu saya mengenalkan dek Almira kepada keluarga respon nya positif Alhamdulillah, begitupun sebaliknya dari Almira memperkenalkan saya kepada keluarga nya juga positif Alhamdulillah+ kita berdua sepakat untuk menikah di hari Jumat barokah (25/12/2020) ini,”imbuhnya.

Kemudian Ia bersama Istri Almira tidak lupa untuk mohon doa restu pada Ayah dan Bunda serta saudara-saudara termasuk mas Handoko kakak kandungnya.

“Pintanya adalah keluarga bahagia dan InsyaAllah, Sakinah, Mawadah dan Warohmah sampai Jannah nya Allah
Amin YRA,” ucapnya.

Sedangkan untuk rencana bulan madu, tambah Yoki kami berdua sedang rembukan mencari waktu dan momen yang bagus.

“Ini masih saya berdua istri rembukan, mungkin Insya Allah rencanya ingin ke Kota Batu Malang Jawa Timur.” urainya.

Sementara itu Ayahandanya mempelai wanita Ir Setia Bakti berpesan kepada kedua mempelai pasangan pengantin Yoki Antoni dan Almira Zuraidah bahwa pertama-tama kami ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, peluang waktu pada kita semua untuk bisa hadir dan mengikuti acara akad nikah yang baru saja kami laksanakan dengan tidak ada halangan apapun.

Yang kami hormati, sebetulnya kami ingin mengundang bapak/ibu untuk langsung bertatap muka namun dengan beberapa pertimbangan adanya pandemi Covid-19 dengan terpaksa dan tanpa mengurangi rasa hormat kami laksanakan dengan virtual seperti saat ini dan yang hadir di rumah ini cukup keluarga saya maupun keluarga besan saya yang tinggal di jakarta dan sangat-sangat terbatas, mohon maaf yang sebesar-besarnya.” tuturnya.

Dalam kesempatan yang berbahagia itu, Ir Setia Bakti memberikan pesan kepada penganten khususnya anakku Amira Yuraida, anakku yang cantik di hati mamah dan papah, rasanya baru kemarin Allah SWT menitipkan kamu kepada kami, untuk kami rawat dan mendidikmu di dunia fana ini. Dan tanggal 25 Januari tahun 90 di rumah sakit seiring dengan berkumandang nya adzan maghrib tangis menetes dari mamah dan papah, kembali mengumandangkan adzan dan iqomah di telinga kanan dan kirimu sejak saat itu semakin meriah.

“Waktu pun berjalan cepat sekali hari berganti bulan dan bulan berganti tahun selalu melihat perkembangan kehidupan dimana kami harus mendidikmu, terbayang saat kami harus mengantarmu dan menggandeng tanganmu pertama kali kamu masuk sekolah.”ungkapnya.

“Tiba-tiba cepat sekali waktu berlalu dan di usia mu yang 22 tahun tepatnya di tahun 2012, kita mendapatkan ujian dari Allah SWT kamu di rawat di China selama kurang lebih 44 hari, dimana yang sebulan penuh di saat bulan ramadhan, semua ujian tersebut dapat kita lalui.” tuturnya.

Selanjutnya Ayahandanya mempelai wanita Ir Setia Bakti mengungkapkan tidak terasa hari ini adalah saat dimana kami harus melepaskanmu bersama pria pilihan hatimu, pada kesempatan kali ini kami kedua orang tuamu ingin menyampaikan beberapa pesan untukmu pertama adalah sebuah hijrah, hijrah adalah jalan para nabi, tidak ada hijrah yang mudah, tidak mudah bukan berarti sengsara, tetapi semua nya perlu ikhtiar perjuangan sabar dan optimis yang tak kunjung putus tentu saja doa kita selalu panjatkan kepada Allah SWT.

Ketahuilah anakku kebahagiaan akan selalu mengiringi sepasang hati kita harus ikhlas, bahagia dengan diiringi ikhlas. Apakah ikhlas itu? Ikhlas adalah bila kita niatkan untuk bahagia maka otomatis kita akan bahagia, bahagia tanpa syarat apapun, bahagia itu bukan kita memiliki apa-apa tetapi hanya dengan ikhlas syaratnya.

Seperti diketahui Hijrah adalah proses perjalanan dan sejatinya untuk mencari ridho dari Allah SWT seperti yang beberapa menit papah sampaikan tadi Bismillahir Rohmanir Rohim aku nikahkan anakku Sarah Amira Yuraida atas ridhoku hanya ridho kepada Allah SWT, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah bekal taqwa pernikahan mengandung nilai-nilai yang suci karena merupakan ibadah dan pengabdian kita terhadap yang Khaliq yaitu Allah SWT.

Rumah tangga adalah sesungguhnya kata kerja, rumah adalah bangunan cinta yang didirikan bersama-sama dengan suami dan kelak bersama anak-anakmu agar bangunan itu menjadi rumah yang penuh cinta rumah yang sesungguhnya di perlukan ikhtiar yang terus menerus.

“Tangga adalah tempatmu belajar, menjadi sepasang manusia yang lebih dewasa dan bijaksana.”ujarnya.

Lanjutnya Anakku, rumah tangga adalah tentang kita, bukan suara orang lain, tetangga temen dan lain-lain, dia adalah kreasi kita, kebenaran, kesalahan, kesedihan, dan kebahagiaan itu adalah milik dan tanggung jawab kita semua. Misalnya bila istri benar bukan berarti suami salah, begitu juga sebaliknya.

“Jadilah rumah tangga titik tolak sekaligus titik kembali tempat semua cita-cita di rancang doa-doa di panjatkan keluh kesah di tambatkan suka-bahagia di rayakan.”katanya.

Dikatakan Setia Bakti pesan ini yang mamah papah sampaikan itu lebih berharga dari semuanya. Bismillahir Rohmannir Rohim Robbana Hablana Minazwajina Wazurriyatina Qurrota’ayun Waja alna lilmuttaqiina imama.

” Ya Allah anugerahilah kami pasangan dan anak keturunan yang jadi penyejuk mata anugerahilah kami dari pasangan-pasangan kami putra putris dari merrka cucu dan cicit yang menjadi penyejuk hati dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertaqwa,” tandasnya. (Muh Raihan Abr)

Editor : Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *