Pengunjung Museum Wayang Meningkat Capai 320 Orang, Lebih 10% Wismannya

0
IMG-20220724-WA0028

JAKARTA, Opininews.id,-Pengunjung Museum Wayang di Kota Tua Jakarta  bila hari Sabtu dan Minggu meningkat dari hari – hari biasa. Tercatat Sabtu (23/7/2022) mencapai 320 orang. Dari jumlah itu  33 orang di antaranya wisatawan mancanegara (wisman). Mereka antara lain yang terbanyak dari Australia dan Inggris masing masing 8 orang, Amerika 7, Korea 4 disusul dari negara negara lain seperti India, Jepang dan Swiss.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Museum Wayang, Sumardi S.Sos, mengungkapkan hal itu Sabtu (23/7/2022) sore kepada sejumlah awak media massa termasuk OPININEWS.ID.

“Kalau dihitung persentase wismannya mencapai lebih 10 persen,” katanya. Sebagai perbandingan Sabtu (2/7/2022) yang lalu  jumlah pengunjung museum ini mencapai 856 orang. Dari jumlah itu  wismannya hanya 14 orang atau 1,6%. Jumlah wisman itu terbanyak dari Arab Saudi 5 orang, India dan Negeri Belanda masing masing 2 orang. Sisanya dari Austria, Australia, China dan Singapura.

Menurut Sumardi koleksi museum ada 6400 lebih. Yang  terbanyak koleksi  berbagai wayang, lebih dari 4000 buah seperti  wayang kulit, wayang golek/boneka, wayang beber, wayang klithik, wayang kardus dan wayang suket/rumput.Selebihnya berupa peralatan pergelaran seperti gamelan, lampu blencong, topeng dan 8 prasasti.

Lebih lanjut Kasatpel Sumardi menerangkan bahwa museum wayang  pada Hari Minggu (24/7/2022) pagi ini akan mengadakan  pergelaran wayang kulit Betawi yang dimulai pukul 10.00 sampai 14.00 di.Auditorium Museum Wayang.

“Untuk dalangnya masih remaja bernama Sentanu Wijaya. Sedangkan ceritanya yang akan dibawakan “Bambang Kumbayana,” terangnya.

OPININEWS.ID dan rekan media lainnya berkunjung  pada Sabtu (23/7/2022) siang itu diantar Bayu pemandu Museum Wayang tersebut. Dipertunjukkan wayang kulit tokoh Gatutkaca versi Bali, Banjarmasin, Banyumas, Betawi  Ciamis, Cirebon, Yogyakarta dan Surakarta.

Ada Wayang Sadat yang menurut Bayu digunakan untuk penyebaran agama  Islam dan wayang Wahyu untuk penyebaran agama Kristen. “Oh ya besok Minggu ada pergelaran Wayang Betawi di sini,” cetus Bayu.

Sementara itu saat ditemui OPININEWS.ID di Museum Wayang, seorang Mahasiswi  Resti (21) salah satu pengunjung dari Universitas Esa Unggul Jakarta mengungkapkan bahwa dirinya sangat tertarik berkunjung ke museum wayang selain untuk tugas kuliahnya, 

ia juga selaku generasi muda penerus bangsa ingin melihat- lihat berbagai macam bentuk wayang sekaligus ingin lebih mengetahui dan menikmati hasil karya  nenek moyang bangsa kita dalam sejarah perwayangan di seluruh Indonesia.

“Saya berharap kepada teman- teman  generasi muda supaya lebih banyak lagi untuk selalu mencintai dan menghargai warisan sejarah budaya bangsa kita sendiri,” tandasnya. (Muh Raihan Abr).

Editor : Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *