ETOS : Di Kasus Vina, Kok Ramai-Ramai Bully Polisi, Ada Apa Sama Bangsa Ini..???
JAKARTA, Opininews.id,- Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah yang juga pengamat politik dan pengamat kepolisian hadir dalam acara Diskusi bertajuk “Apakah Polri Mampu Tuntaskan Kasus Vina??” Di bilangan Cikini Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2024).
Dalam acara diskusi tersebut dihadiri juga ketua IPW (Indonesia Polician Watch) Sugeng Santoso, (Anggota Komisi III DPR RI), Beni Kaharman (Wakil Komnas HAM) Dr. Abdul Haris Semendawai dan perwakilan Kadiv Humas Mabes Polri yang berhalangan hadir di acara tersebut,
Dalam kesempatan tersebut Iskandarsyah mengungkapkan, bahwa perkara ini semakin lama tidak pada subtansinya, malah terkesan liar dan menimbulkan banyak asumsi-asumsi publik yang tidak enak didengar maupun dilihatnya,
“Oleh karena itu saya mengajak untuk sabar dulu dong, biar polisi bekerja, perkara ini sudah sampai ke kuping presiden kok, sudah atensi khusus presiden langsung kepada Kapolri, dan pastinya sudah atensi pak Kapolri ke pak Kapolda Jabar, jadi dibawah ini jangan buat kisruh,” Ungkap Iskandarsyah.
Lebih lanjut Iskandarsyah menambahkan apalagi pengacara demi pengacara bicara terus di media-media yang membuat suasana jadi semakin tak kondusif, kok jadi ramai-ramai nyerang Polisi?, seburuk itu kah polisi di mata publik..??
Menurut Iskandarsyah kalau ada kesalahan di 8 tahun lalu atas proses penangkapan, penahanan dan lain-lain, Polisi punya mekanisme memberikan sanksi kepada semua anggotanya yang terlibat saat itu, termasuk diperiksa nya mantan Kapolda Jabar saat itu selaku pimpinan tertinggi di wilayah hukum Polda Jabar, tapi jaksanya juga harus diperiksa, hakimnya pemberi vonis juga harus diperiksa,
karena ini berkorelasi, kalau dulu ada tekanan ya dari siapa?
“Perkara ini tak sulit asal tak kisruh, hari ini semua bersuara menyudutkan polisi tak benar dan lain-lain, kalau polisi tak benar terus institusi yang lain benar dan bersih gitu?, tidak juga, kita cek aja semuanya, kejaksaan, kehakiman, institusi militer kita juga, mari kita cek sama-sama, ” kata Iskandar dengan nada tinggi,
Disamping itu Iskandarsyah menegaskan Lawyer-lawyer kok tiba-tiba berhimpun menyerang institusi Polri, saya mau tanya sedikit aja kepada kawan-kawan Lawyer ini, siapa yang menggerakkan mereka?, jangan bicara atas dasar kemanusiaan dan lain-lain,
Menurutnya biarkan polisi bekerja, proses penangkapan atas nama Pegi Setiawan bukan bagian dari rekayasa Polisi, tapi ini mungkin bagian dari strategi polisi untuk mengungkapkan tersangka sebenarnya, Polisi diajari itu, dididik untuk itu, jadi masyarakat jangan mudah terprovokasi dan menyimpulkan bahwa kerjaan polisi tak beres,
“Nah jadi ini kacau benar opini yang dibentuk, “tegas Iskandarsyah.
Lanjut Iskandarsyah Polri mampu kok menyelesaikan perkara ini, tak ada yang tak bisa dengan atau tanpa atensi Presiden pun polisi mampu tuntaskan perkara ini,
“Bahkan Polisi membuka posko pengaduan online 24 Jam di Polda Jabar terkait ini, mau dibilang tak serius lagi polisi?, kacau benar kalau ada yang mencoba menggiring opini seperti itu,” Ujar Iskandarsyah.
Menurut Iskandarsyah kalau mau benahi ya ayo benahi, bukan hanya tubuh di kepolisian, kejaksaan, kehakiman selaku instrumen hukum, lanjut juga kepada institusi-institusi lain, apa mereka sudah benar dan jujur semua?,
” jadi saya berharap jangan lah memojokkan polisi terus menerus, kasus Vina ini saya yakini akan selesai kok, ” Iskandar menutup wawancaranya dengan sejumlah awak media termasuk OPININEWS.ID seusai acara diskusi di sekitar Cikini Jakarta Pusat, Jumat (7/5/2024).
Editor : (Red)
