IPW Berharap Jelang Akhir Jabatannya Jenderal Pol Idham Azis, Segera Tuntaskan Dua Kasus Besar Di Tubuh Polri

0
IMG-20210105-WA0116

JAKARTA,Opininews.id – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW).Neta S Pane menegaskan bahwa menjelang dipenghujung akhir masa pensiun Jenderal Pol Idham Azis, yang sudah tinggal 20 hari lagi. Sepertinya Kapolri baru akan mewarisi kedua utang kasus besar yang menjadi perhatian publik yang ditinggalkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, yang tentunya tidak akan mudah untuk diselesaikan oleh Kapolri yang baru.


Pasalnya Indonesia Police Watch (IPW) telah mendata, kedua warisan utang kasus besar yang ditinggalkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis diantaranya adalah : kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi Sulteng yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan kasus penembakan yang menewaskan 6 laskar FPI di Tol Cikampek.” ujar Neta S Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) seperti release yang diterima OPININEWS.ID, di Jakarta, Selasa (05/01/2021).


Lebih lanjut Neta mengatakan ketidakmampuan menuntaskan kasus Sigi adalah kegagalan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sebagai mantan petinggi Densus 88, yang selama ini sangat agresif memburu teroris. 


Seperti diketahui satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh oleh orang tak dikenal pada Jumat 27 November 2020 pagi. Pelaku diduga adalah MIT pimpinan Ali Kolara yang beranggota hanya 14 orang. Tapi sudah 35 hari pelakunya belum juga tertangkap oleh jajaran kepolisian. 


“IPW berharap menjelang detik- detik dipenghujung akhir pensiunnya Jenderal Pol Idham Azis sebagai Kapolri, kelompok Ali Kolara ini bisa ditangkap. Sehingga penangkapan ini sebagai hadiah pensiun bagi Jenderal Pol.Idham Azis agar mantan Kapolda Sulteng itu tidak meninggalkan utang kasus besar yang menjadi perhatian publik secara Nasional,  yang tentunya sulit untuk diselesaikan oleh kapolri baru penerusnya.” tegasnya.


Neta menyebut kasus terbunuhnya enam anggota laskar FPI juga masih penuh kontroversial yang tidak mudah dituntaskan. Apalagi Komnas HAM tak kunjung memberikan rekomendasi, masih terus mengumpulkan bukti – bukti adanya dugaan pelanggaran HAM dalam kasus besar yang menjadi perhatian publik secara nasional ini. 


Kedua kasus besar ini, yang menjadi warisan Jenderal Pol Idham Azis untuk Kapolri baru penerusnya , karena bukan mustahil bisa menjadi masalah baru yang rumit, yang membuat kepercayaan publik terhadap Polri makin negatif. 


“Untuk itu IPW juga berharap kepada  Kapolri yang baru nantinya agar bisa segera melakukan konsolidasi di internal Polri agar jajaran kepolisian bisa lebih fokus lagi untuk menuntaskan kasus kedua kasus besar tersebut,” imbuhnya. 


Dikatakan Neta S Pane nantinya Kapolri baru juga perlu melakukan berbagai pendekatan kepada tokoh- tokoh masyarakat untuk membantu Polri menuntaskan kedua kasus besar warisan Kapolri Jenderal Pol.Idham Azis ini.


“Sehingga disaat kasus besar ini segera dituntaskan, masyarakat benar- benar percaya pada Polri bahwa kasus besar itu diselesaikan secara promoter.”tandasnya.(han) 

Editor : Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *