PMI Kota Jakarta Timur Berikan Bantuan 16.200 Roti Untuk Pengungsi Korban Banjir di 21 Kelurahan

0
IMG-20210221-WA0074

JAKARTA, Opininews.id- PMI Kota Jakarta Timur terakhir di hari ketiga, Minggu (21/2/2021) ini, telah memberikan bantuan roti sebanyak 16.200 potong, untuk pengungsi yang terdampak banjir di 21 kelurahan se -Jakarta Timur,  Jumlah bantuan roti tersebut  bertambah dibandingkan pada hari kedua, Sabtu (20/2/2021) telah memberikan bantuan roti sebanyak 14.545 potong untuk pengungsi banjir di 22 kelurahan. 

Sehubungan banjir melanda selama tiga hari dari tanggal 19 – 21 Februari 2021, cakupannya sangat meluas dan korban yang terdampak maupun yang mengungsi semakin banyak. Dibandingkan dengan  banjir pada tanggal 9 sampai 11 Februari 2021 yang mencakup hanya 7 kelurahan di sepanjang daerah aliran Sungai Ciliwung.

Dalam kesempatan itu Koordinator  Humas dan Dokumentasi  PMI Kota Jakarta Timur, Agus Bastian kepada sejumlah media termasuk OPININEWS.ID ,Minggu (21/2/2021) mengungkapkan Ketua PMI Kota Jakarta Timur, HR Krisdianto telah menugaskan 65 relawan dan staf PMI Kota Jakarta Timur untuk membuat dapur umum dan membantu ransum, untuk belasan ribu korban banjir di 22 kelurahan se- Jakarta Timur sejak, Jumat (19/2/2021).

“Kami PMI Kota Jakarta Timur juga berbagi tugas dengan Dinas Sosial DKI Jakarta dalam rangka membantu korban banjir tersebut,” ujar Agus Bastian.


Selanjutnya Agus Bastian menjelaskan adapun mengenai pemberian bantuan roti sebanyak 16.200 potong untuk  pengungsi korban banjir di 21  Kelurahan. Perlu diketahui tercatat paling banyak untuk kelurahan Cipinang Melayu sebanyak 5.000 potong roti, kemudian Kramat Jati 1.000 , Cililitan 1.000, Makasar 900, Kebon Pala 700, Kampung Melayu 600  dan beberapa kelurahan lainnya rata rata 450 , 500 atau 600 potong roti. 

“Kecuali kelurahan Pondok Bambu dan Kebon Manggis masing -masing sebanyak 200 potong roti,” jelasnya.

Sedangkan Lurah Makasar Arroyantoro menyatakan lega banjirnya sudah surut. “Titik-titik pengungsian sudah ditinggalkan. Yang masih ada di GOR Makassar tinggal 250 jiwa,” kata Arroy.

Selain itu Lurah Kramat Jati, Husni Abdullah juga menyatakan lega. Karena  sampai Minggu  (21/2/2021) siang masih ada bantuan roti  ataupun nasi bungkus baik dari PMI Kota Jakarta Timur maupun Dinas Sosial DKI Jakarta atau Sudin Sosial Jakarta Timur.

Lain halnya Lurah Kampung Melayu H Setiawan pada hari Minggu  (21/2/2021) siang, dirinya merasa dag dig dug. Tadinya air  sungai Ciliwung surut, namun begitu lewat, tengah hari sudah naik lagi.

“Tapi setelah saya mencek kondisi di  Bendung  Katulampa Bogor ternyata normal, warga dan tokoh masyarakat menyatakan lega,”ucap Lurah Setiawan .


Sementara itu Ketua RW 04 Cipinang Melayu, Irwan Kurniadi mengakui, banyak meneriman bantuan dari PMI Kota Jakarta Timur, karena di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu memang paling banyak pengungsi korban banjir, seperti untuk di RW 04 saja, ada 973 KK atau 3.139 jiwa pengungsi. Dari jumlah tersebut  terdapat warga yang rentan diantaranya : ada 9 anak usia dibawah tiga tahun (batita) , 110 balita dan 129 lansia.

“Kini Alhamdulillah sudah surut dan sebagian sudah kering. Hanya daerah di bantaran Kali Sunter saja, tinggi airnya masih sekitar 50 cm,”pungkas Irwan. (Muh Raihan Abr)

Editor : Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *