Heru Cipto Nugroho : Berharap Elit Politik Jangan Hanya Pentingkan Tebar Pesona Pasang Iklan Baliho Disaat Rakyat Kesulitan Ekonomi
JAKARTA, Opininews.id;- Pengamat Sosial Politik (Sospol) Heru Cipto Nugroho berpendapat bahwa dirinya sangat miris melihat prilaku beberapa elit politik yang semakin gencar tebar pesona dengan strategi pasang Iklan Baliho besar-besaran di seluruh pelosok Indonesia.
Menurutnya karena prilaku strategi elit politik seperti yang banyak beredar baleho diantaranya : Baliho gambar Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua DPR RI, Puan Maharani tersebut,
Sungguh tidak mencerminkan sebagai seorang tokoh negarawan yang pro terhadap rakyat kecil yang sebagian besar masih dalam kesulitan di bidang ekonomi di tengah- tengah kondisi bangsa Indonesia sedang menghadapi masa pandemi covid 19 ini.
“Saya sangat berharap lebih baik dana besar untuk pasang iklan Baliho itu dijadikan bantuan sosial yang sangat bermanfaat bagi kepentingan kehidupan ekonomi rakyat,” harap Heru Cipto Nugroho sambil mengajarkan caranya kasih gambar foto dengan memberikan bansos itu saja bisa lebih di kenal.
Lebih lanjut Heru Cipto Nugroho menilai bahwa strategi pemasangan Gambar para elit politik di Baliho masa pandemi covid 19 ini, memang ada dua kemungkinan bisa untung atau juga bisa buntung.
“Kalau pasang Gambar di Baliho elektabilitasnya bisa tambah naik, ya jadi untung, tapi kalau rakyat tambah muak liat Gambar di Baliho, justru bisa jadi buntung,” ucap Heru Cipto Nugroho kepada sejumlah awak media massa termasuk OPININEWS.ID , Rabu (11/8/2021) di Kantornya Tebet Jakarta Selatan.
Lanjutnya memang bisa kami pahami alasannya bagi para elit politik tersebut memasang gambar Iklan di Baliho, walaupun kondisi di masa pamdemi covid 19 ini, lantaran mereka butuh segera untuk mengambil ancang-ancang menuju pesta Demokrasi Pilpres 2024 mendatang.
“Ya pastinya mereka para elit politik tersebut perlu memperkenalkan diri secara terang- terangan kepada Rakyat untuk mengangkat elektabilitasnya mengenai hasil surveynya,” ungkapnya.
Lanjut Heru Cipto Nugroho bahwa Baliho yang kemudian menjadi alat media untuk semakin mempopulerkan diri mereka para elit politik, namun masalahnya justru kondisi saat ini kurang tepat, banyak yang menyayangkan, karena momentum pemasangan Baliho dianggap tidak tepat, yakni ditengah kondisi masyarakat yang kesulitan ekonomi akibat PPKM Darurat Pandemi Covid 19.
“Maka saya berpendapat bahwa momemtumnya tidak tepat untuk tebar pesona pasang Iklan Baliho di tengah kondisi masyarakat saat ini sedang dalam kesulitan ekonomi, lebih baik dana Baliho dan iklan lainnya, coba masyakarat dikasihkan Modal Kerja saja, malah lebih berkah dan pastinya akan didoakan,” tandasnya ( Muh Raihan Abr)
Editor : Yan Zapin
