Heru Cipto Nugroho : Kampanye Pembagian Sembako Dan Amplop Pecitraan Mengajarkan Rakyat Sebagai Peminta – Minta

0
IMG-20230323-WA0117

JAKARTA, Opininews.id,  – Pengamat Sosial Politik Cinta Negera Indonesia (CN Indonesia ) Heru Cipto Nugroho biasa disapa Heru CN berpendapat bahwa menjelang pesta demokrasi pemilu serentak 2024, sudah dipastikan hampir setiap para Calon Anggota Legislatif ( Caleg) DPR RI, DPD, DPRD, dan Kepala Daerah  serta Presiden itu diduga melakukan  Kampanye Pembagian Sembako dan Amplop (Uang) untuk Pecitraan.

“Menurut saya sebagai pengamat politik sangat ironis kampanye politik dengan pembagian sembako dan Amplop untuk pencitraan, pasalnya hal itu sama saja mengajarkan rakyat sebagai peminta – minta,” ujar Heru CN saat diwawancarai sejumlah awak media massa termasuk OPININEWS.ID, Kamis (23/3/2023)  di Kantornya Ruko Jatibening Kota Bekasi.

Lebih lanjut Heru CN sebagai pengamat politik menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh para Caleg, Kepala Daerah dan  Capres yang masih saja melakukan kampanye disaat jelang pileg, Pilkada dan pilpres 2024 dengan membagi-bagikan sembako dan Amplop pada saat berkunjung di wilayah dapilnya masing -masing.

“Pembagian sembako itu pastinya pakai dana yang berasal dari pos anggaran operasionsl  jika para Caleg, para Kepala Daerah dan Capres khususnya yang saat ini masih menjabat, karena memang faktanya pembiayaan itu hak para Anggota DPRD, DPD, DPR RI, Kepala Daerah dan Presiden yang telah diatur dalam Undang-Undang,” ungkap Heru CN.

Kemudian Heru CN saat disinggung terkait bagaimana solusi strategi kampanye yang baik dan benar untuk mendidik rakyatnya? Heru CN menjawab bahwa pertama -tama para Caleg, Kepala  Daerah dan Capres seharusnya tinggalkan kampanye cara-cara lama dengan bagi-bagi sembako dan Amplop tersebut, maka solusinya  strategi kampanye yang baik dan benar itu adalah harus disesuaikan dengan komunitas, tradisi, budaya dan keseharian rakyat di daerah pemilihan masing-masing.

“Karena menurut saya selaku pengamat Sospol gaya kampanye pada pemilu 2014 ini, lebih variatif, modifikatif dan aktraktif, sehingga gaya strategi kampanye saat ini untuk mendapatkan dukungan rakyat itu, harus disesuaikan dengan  kondisi rakyatnya di daerah masing-masing seperti memanfaatkan Media Online, Televisi Striming lewat Youtube,  Media Sosial ( Medsos) yakni FB, Twiter, Instragram serta dengan pasang Benner door to door dan hasilnya terbukti sangat efektif biaya relatif murah,” tutur Heru CN.

Menurut Heru CN memang para Caleg, Kepala  Daerah dan Capres menuju pemilu serentak 2024, diwajibkan menggunakan Media yang ada saat ini, baik konvensional maupun modern,


Selain itu lanjut Heru CN para Caleg, Kepala Daerah dan Capres  harusnya Kampanye itu menyangkut  persoalan program kerja, dengan memberi  solusi program kerja Pemerintah yang madek untuk kesejahteraan rakyatnya.

“Sebab menurut saya selaku pengamat Sospol pada saat ini kampanye  tidak lagi kecendrungan mengerahkan massa, aral-arakan, bagi-bagi sembako dan Amplop serta pidato di depan ribuan massa pendukungnya dalam sebuah lapangan,”ucapnya

Selanjutnya Heru CN menegaskan coba KPU dan  Bawaslu tegas melarang kampanye dengan  politik uang  tidak pilih kasih kepada siapapun Caleg, Kepala Daeran dan juga Capresnya.

“Apalagi sekarang ini belum waktunya kampanye seharusnya tugas KPU dan Bawaslu segera melarangnya jangan pandang bulu dan pilih kasih, ” pungkasnya.

Editor : (Red/ Zakir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *