Baznas Bazis Wilayah Kota Jakarta Timur Hapus Tato Ramadhan 1444H/2023M Dikuti 126 Orang Lebih
JAKARTA, Opininews.id, Baznas Bazis wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur melaksanakan kegiatan rutin program tahunan hapus tato di bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M, diikuti peserta sebanyak 126 orang lebih warga Jakarta Timur, Selasa (4/4/2023) bertempat di Ruang Aula Block C Kantor Walikota Jakarta Timur.
Dalam kegiatan hapus tato tersebut dibuka langsung oleh bapak Walikota Administrasi Jakarta Timur Muhammad Anwar yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur Diah Anwar, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur Rohmad, Wakil Ketua III Baznas/Bazis DKI Jakarta Rini Suprihartanti dan Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah.
Dalam sambutannya Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengharapkan bagi peserta setelah tatonya dihapus, mereka dapat merasa lebih nyaman dalam pergaulan yang lebih baik lagi.
“Silahkan semua warga Jakarta Timur boleh ikut hapus tato di sini, tidak bayar, tidak melihat sukunya apa dan agamanya apa,” ujar Walikota M. Anwar.
Sambung Walikota M.Anwar bahwa dirinya menjamin berapa orang yang datang tetap diterima. Jika memang kuotanya banyak, besoknya bisa diteruskan kembali dan tetap gratis.
Sementara Wakil Ketua III Baznas/Bazis DKI Jakarta Rini Suprihartanti mengatakan, pihaknya memfasilitasi warga yang kurang mampu untuk ikut program hapus tato.
Sebab Baznas Bazis mengelola zakat, infak dan sedekah dari masyarakat Dana tersebut dikumpulkan untuk memfasilitasi warga yang hijrah, salah satunya dengan menghapus tato di tubuhnya,” kata Rini.
Lanjutnya wilayah Jakarta Timur merupakan lokasi keempat selama sepekan ini setelah program hapus tato di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Ditargetkan jumlah warga yang ikut program ini mencapai. 1000 orang.”Meningkat dibandingkan tahun lalu 600 orang,” ungkapnya.
Baznas Bazis DKI dalam kesempatan ini bekerja.sama dengan tim dokter dari Islamic Medical Service (IMS).
Dalam kesempatan itu Dokter Delfiana Komalasari dari IMS yang memeriksa para peserta hapus tato di Jakarta Timur menjelaskan dari 50 orang peserta yang telah kami periksa hampir semuanya normal,
“Hanya ada 2 orang saja yang positif hepatitis C dan 2 orang lagi ada bekas luka keloid. Mereka itu masih bisa ikut hapus tato namun ada treatment khusus,” ujar Dokter Delfiana.
Sedangkan petugas registrasi Fany menjelaskan, yang mendaftar secara on line berjumlah 123 orang peserta.
“Dari jumlah itu yang datang baru 60 persen. Tetapi yang langsung mendaftar ke sini banyak juga,” ungkapmya.
Sementara itu dari pantauan OPININEWS.ID langsung di lokasi tercatat salah seorang Supir, Edi Sarwo Santoso (45) warga RT11/RW10 Klender Kecamatan. Duren Sawit dapat nomor 63. Ia mengaku sudah kedua kalinya ikut serta hapus tato di program hapus tato Baznas Bazis Jakarta Timur ini.
“Karena saya sangat termotivasi ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi dengan ikut menghapus tato yang ada sedikit di sekitar lengan kanan dan kirinya,” pungkasnya.
Editor : (Ichsan).
