Baznas Bazis Jaktim Telah Memberikan Alat Bantu Dengar Kepada 60 Orang Warga Kurang Mampu Separuhya Anak-Anak
JAKARTA, Opininews.id,- Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah, S.Ag, menyampaikan kepada sejumlah awak media massa termasuk OPININEWS.ID, pada hari Rabu (27/12/2023). Bahwa selama tahun 2023 ini Baznas Bazis Jakarta Timur telah memberikan 60 pasang alat bantu dengar (ABD) kepada anggota masyarakat kurang mampu namun sangat membutuhkannya.Bantuan tersebut seluruhnya bernilai Rp 202.520.000,-
Hal tersebut merupakan sebagai penegasan dan tambahan atas keterangannya di kantornya Jumat (22/12/2023).
“Yang terakhir kali penyerahan alat bantu dengar kepada 10 orang yang dilakukan di Kantor Baznas Bazis Jakarta Timur Kamis (21/12/2023) kemarin,” ucap Eka Nafisah
Lebih lanjut Eka Nafisah menjelaskan Dari 10 orang penerima alat bantu dengar tersebut terdiri dari 7 orang dewasa dan 3 orang anak-anak penerima manfaat.
Lanjut Eka Nafisah sedangkan untuk anak anak yang umumnya masih balita datang ke kantor Baznas Bazis Jakarta Timur bersama ibunya.
Perlu diketahui bahwa Harga ABD tersebut berikut pemasangannya untuk orang dewasa Rp 4.000.000,- per pasang. Sedang ABD (Alat Bantu Dengar) untuk anak anak Rp 4.070.000,- per pasang.
Dalam kesempatan itu OPININEWS.ID menyempatkan diri bertanya melalui pesan singkat WhatApp dengan Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah, S.Ag,
Adapun isi pertanyaannya yakni kenapa alat bantu dengar (ABD) untuk anak lebih mahal dibandingkan untuk orang dewasa?
Eka Nafisah : Karena pake gantungan pak, agar tidak jatuh.
OPININEWS.ID : Oh begitu
Apakah diakhir Desember 2023 ini ada lagi pemberian ABD lagi?
Eka Nafisah : Sudah selesai pak..
OPININEWS.ID : Untuk mendapat bantuan ABD bagaimana syarat syaratnya?
Eka Nafisah : Masih sama seperti tahun ini pak.
OPININEWS.ID : Baik Ibu Eka terimakasih atas jawabannya.
Menurut Eka Nafisah inilah prinsip pendayagunaan dan penyaluran dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpun Baznas Bazis Jakarta Timur bahwa dari masyarakat dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu mengenai alat bantu dengar ini dr. Mursiamsih yang lama bertugas di Dinas Kesehatan DKI Jakarta menegaskan bahwa ABD itu sangat diperlukan bagi mereka yang terganggu pendengarannya agar dapat berkomunikasi dengan baik.
“Apalagi untuk anak anak yang terganggu pendengarannya, kalau dibiarkan saja nanti bisa menjadi gagu. Lebih jelasnya dapat ditanyakan kepada dokter spesialis THT,” kata dr. Mursiamsih.
Dengan ABD tersebut anak juga dapat menerima pelajaran atau informasi melalui suara dengan jelas sehingga responnya juga lebih akurat.
“Jadi ABD ini sangat penting membantu terutama anak anak tersebut di sekolah maupun di rumah dan dalam pergaulannya sehari hari,” pungkasnya.
Editor : (Red/Raihan).
