KPAI Mendorong Kepala Daerah Tidak Abai Terhadap Perlindungan Anak

0
IMG-20250720-WA0041

JAKARTA, Opininews.id,- Wakil Ketua KPAI, Dr. Jasra Putra S.Fil M. Pd. kepada OPININEWS. ID lewat pesan singkat WhatsAppnya di Jakarta, Minggu  (20/7/2025) mengungkapkan lantangnya suara soal perlindungan anak di Jawa Barat, tidak selantang di kasus meninggalnya seorang anak di tengah pesta pora para pemilik negeri.

“Pasalnya banyak netizen kecewa dengan pernyataan Gubernur Jabar, yang tidak konsisten, antara pernyataan sebelum kejadian dan sesudah kejadian,”ungkap Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra

Menurut Jasra Putra selanjutnya  KPAI mendorong dalam situasi apapun, keberpihakan kepada kelompok rentan, harus menjadi pertimbangan utama. Terutama anak, lansia, ibu hamil, disabilitas, orang sakit.

“Baginya Jawa Barat sangat konsisten dan keras bicara perlindungan anak, sangat tegak lurus pemimpinnnya. Peristiwa ini menjadi ujian, untuk pemerintah lebih berani lagi bicara perlindungan anak, ” ujar Jasra Putra

Lanjutnya belakangan kita tahu, beberapa kali menjawab berbagai persoalan perlindungan anak. Seperti masukan KPAI terhadap penyelenggaraan perlindungan anak di Jawa Barat, menjadi perhatian pemerintah, netizen dan buzzer.

“Sehingga kita  mendorong untuk meninggalnya seorang anak di acara Gubernur bisa lebih baik lagi dalam menyuarakan hak anak, ” tuturnya

Menurut Jasra Putra seringkali godaan untuk panitia, ukuran kesuksesan sebuah acara,  diukur dari massa yang datang. Namun kita patut khawatir kesuksesan itu menjadi keterlenaan pada kondisi di lapangan yang sewaktu waktu sangat membahayakan .

Lanjut Jasra Putra yang ini memang sejak awal nampak sudah diprediksi sebelum acara sebagaimana pengungkapan media media, sudah diperkirakan. Pemilik acara sudah tahu sebelumnya akan terjadi kedatangan massa yang besar.

“Namun gegap gempita nya melupakan aspek lain, yang kurang diantisipasi, dengan kehadiran kelompok rentan. Sehingga kita harusnya belajar dari beberapa peristiwa kerumunan yang mengorbankan kelompok rentan, ” imbuhnya.

Lebih lanjut Jasra Putra mengingatkan  Pengabaian hal ini yang perlu diperhatikan Kepolisian saat mengolah TKP. Mungkinkah pengabaian hal tersebut bisa menjadi pijakan awal dalam mengungkap peristiwa.

“Kita mendorong regulasi perlindungan anak di daerah dapat tegak, setegak tegaknya. Dengan peristiwa memilukan ini, ” ucapnya.

Maka Jasra Putra menekankan Ruh Jawa Barat sebagai kota pelindung anak. Harus di segarkan kembali. Setiap jajaran di Jawa Barat harus merasa setiap anak Jawa Barat adalah anak anak kita. Termasuk korban. Agar ada momentum kuat, titik balik untuk bangkit jelang Hari Anak Nasional 23 Juli di Jawa Barat.

“Kita berharap para aktifis anak, pemerhati anak di beri kesempatan menberi masukan, agar Jawa Barat bisa evaluasi Kota Layak Anak. Dan penegakan hukum dalam segala peristiwa perlindungan dapat jadi contoh bangkitnya regulasi perlindungan anak di Jawa Barat, ” Pungkas Wakil Ketua KPAI Jasra Putra.

Editor : (Red/Raihan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *