Adian Radiatus : Israel Tidak Hanya Menyakiti Rakyat Palestina Dan Dunia Kini Saatnya Deklarasi Kemerdekaan Penuh
JAKARTA, Opininews.id,- Pengamat Sosial Politik Tionghoa, Adian Radiatus menyatakan sangat mendukung ribuan masyarakat beserta sejumlah pejabat pemerintah Republik Indonesia, melakukan Aksi Unjuk Rasa Bela Palestina berkumpul di Monas Jakarta Pusat,Senin (4/9/2025).Dalam rangka untuk segera menghentikan serangan genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Menurut Adian Radiatus sesuai dengan pembukaan UUD Republik Indonesia 1945 bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan yang adil dan beradab.
“Sehingga serangan Genosida yang dilakukan Israel secara sistemik dan brutal di Gaza Palestina telah menjadi kemarahan dunia dan dengan caranya masing-masing pemerintahan dan rakyat di setiap negara yang memberikan perlawanan membantu rakyat Palestina khususnya di Jalur Gaza yang terisolir oleh Pasukan kejam Israel.
“Demikian tegas Adian Radiatus menyampaikan kepada OPININEWS.ID melalui pesan singkat WhatsApp nya di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Lanjut Adian Radiatus tentu saja dukungan logistik dan moril tidak hanya sampai disana saja tetapi di forum-forum resmi pernyataan mendukung Kemerdekaan Palestina semakin gencar disuarakan sehingga tampaknya rakyat dunia pun harus menambahkan suara Kemerdekaan Palestina ini untuk menyelamatkan Rakyat Palestina dari ancaman genosida secara sistemik yang telah menelan korban 61 ribu jiwa mulai anak – anak, orang dewasa hingga orang tua.
Lebih lanjut Adian Radiatus mengungkapkan bahwa semakin maraknya ratusan ribu rakyat di seluruh dunia menggelar Aksi Ujuk Rasa Solidaritas Bela Palestina untuk segera menghentikan perang serangan genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
“Pasalnya dari hasil pengamatan saya selama ini yang diduga yang menghambat terjadinya perdamaian adalah Israel dan Amerika senantiasa mencoba memecah belah dunia international dengan dua sentimen terkait melawan Hamas yang dilabeli teroris dan Israel sebagai tempat kepercayaan kaum Nasrani sebagai pilihan Tuhannya. Disamping manuver militer pada bangsa-bangsa Arab khususnya.” ungkapnya.
Sambung Adian Radiatus dukungan Kemerdekaan bagi Palestina telah jauh melintasi suku bangsa, budaya dan agama manapun dilebih seratus negara baik formal maupun informal melalui lembaga-lembaga swadaya masyarakat didalamnya.
“Tampaknya untuk Pengakuan Kemerdekaan Palestina ini tak lagi diperlukan dilakukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB semata-mata, tetapi lewat saluran Diplomatik penuh dari setiap negara yang menyetujuinya secara bersama-sama di wilayah Palestina itu sendiri.” ujar Adian Radiatus
Selanjutnya Adian Radiatus sebagai pengamat Sosial Politik Tionghoa, sangat mengutuk kekejaman dan kebrutalan Israel bukan lagi wujud peperangan antar negara tetapi diduga pembunuhan massal manusia tanpa perikemanusiaan sama sekali dan itu sebabnya Israel tidak hanya menyakiti rakyat Palestina tapi juga dunia dan sudah waktunya kemerdekaan penuh direalisasi bagi Negara Palestina yang berdaulat sepenuhnya.
“Sehingga dengan demikian maka mekanisme Deklarasi Kemerdekaan Palestina dapat dibacakan untuk menjadi pengakuan mayoritas masyarakat dunia sepenuhnya.” pungkasnya
Editor : (Red/AR).
