Adian Radiatus : Keliru, Diduga Ada Upaya Mendegradasi Presiden Lewat Gontor

0
IMG_20260928_063739

JAKARTA, Opininews.id,–Pemerhati sosial politik Adian Radiatus menyampaikan pendapatnya  terkait kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur, diduga ada upaya yang mendegradasinya. Ketika sebuah ulasan yang bias dan terkesan adanya upaya kurang menyenangkan lewat narasi media sosial (create conflict by social media) yang diduga dinarasikan oleh pengamat yang mengaku “wong ndeso”

“Yakni dengan mengulas kunjungan resmi Presiden ke Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo sebagai bahan kritikan  karena dikatakan tidak benar-benar disambut dengan puja puji, melainkan dengan lantunan Surat Al-Ahzab ayat 70-73 sebagai peringatan keras dari langit.”

“Demikian kata Pemerhati sosial politik Adian Radiatus dalam keterangan tertulis yang diterima redaktur OPININEWS.ID di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Adian Radiatus hal itu dikatakan sebagai _*qaulan sadida*_ yakni perkataan yang benar, jujur, lurus, tegas, dan tepat. Tentu saja dilihat dari konteks penyambutan yang menghormati kedatangan seorang pemimpin Negara dengan melantunkan ayat suci Surat Al-Ahzab apalagi dengan tegas ayat 70-73,

“Maka itu dapat dimaknai bahwa pertanda langit lewat Pemimpin dan Umat Gontor secara tidak langsung ingin menyampaikan inilah kedatangan pemimpin yang perkataannya benar, jujur, lurus, tegas, dan tepat itu. Dan bukan sebaliknya!, ” ujar Adian Radiatus.

Lanjut Adian Radiatus lagipula sekelas Gontor yang Modern pastilah memiliki nilai-nilai makna spiritual yang lebih tinggi dari kebanyakan pada umumnya, sehingga tidak mungkin memakai Ayat Suci sebagai alat untuk merendahkan martabat seorang pemimpin rakyat yang tengah mengurus negaranya siang dan malam.

Sambung Adian Radiatus bahwa kemudian ingin menghubungkan ketegasan Presiden Prabowo dalam beberapa pidatonya yang terkesan emosional bukanlah dapat dimaknai kasar atau ketus terhadap rakyat, terhadap mereka yang benar-benar mengabdi dan bersumbangsih pada bangsa dan negaranya sekecil apapun,

“Akan tetapi pasti ditujukan kepada oknum-oknum yang memang tidak lagi dapat ditolerir segala perbuatannya yang buruk, yang hanya menghasut, yang tidak senang melihat negara dan bangsa ini menuju ke baikan dan kemajuan bersama-sama, bukan hanya pada segelintir atau sekelompok orang saja.’ tegas Adian Radiatus.

Lanjut Adian Radiatus belum pernah selama pasca reformasi, rakyat dapat menyaksikan begitu fokus dan dalamnya Presiden sejak mendapat amanat rakyat dua tahun lalu bekerja dengan segenap hati dan jiwa, membangun kepercayaan, membenahi masalah krusial yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya.

Menurut Adian Radiatus karena keterbatasan sumber daya manusia yang dapat dipercaya dan kemudian Presiden Prabowo bagaimana berusaha keras menyatukan para pemimpin, berusaha untuk bersinergi dalam segala bidang sehingga rakyat dapat merasa sejuk meski ditengah-tengah gejolak geo-politik dan ekonomi yang membuat rakyat membutuhkan perlindungan sebagaimana yang dirasakan kini.

Lanjut Adian Radiatus bukannya rakyat tidak boleh mengkritik bahkan marah sekalipun, tetapi lakukanlah itu dengan cara-cara budaya yang terhormat, saling menghargai, memberikan bukti konkrit untuk menuntut Presiden melakukan langkah kebijakan terbaiknya.

“Seperti sebagaimana pula Pondok Gontor melantunkan ayat -ayat suci Al-Quran tersebut sebagai sebuah pujian dan bukan kemarahan apalagi tidak menghormati tamu undangannya, pastilah keliru upaya mendegradasi hubungan hingga merendahkan, ” pungkas Adian Radiatus

Editor : (RED/AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *