Budi Mulyawan SH, Akan Maju Menjadi Ketum PDI-Perjuangan
JAKARTA, Opininews.id –Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Komunitas Banteng Asli Nusantara ( Ketum DPN Kombatan), Budi Mulyawan, SH.mengatakan akan maju menjadi Kandidat Ketua Umum Partai PDI-Perjuangan dalam Kongres PDI Perjuangan VI mendatang.
“Saya mencoba mempelopori untuk tampil mencalonkan diri sebagai Kandidat Ketua Umum PDI-Perjuangan dari unsur rakyat jelata,” kata Budi Mulyawan biasa disapa Ceppy kepada OPININEWS.ID lewat pesan singkat WhatApp pada Rabu (30/3/2021).
Pimpinan relawan militan Jokowi yang setahun ini berubah Ormas (Organisasi Masyarakat) kalangan nasionalis penerus Proklamator Ir. Soekarno ini mengakui, dirinya secara pribadi tetap berkeinginan Megawati menjadi Ketum partai berlogo banteng tersebut.
Namun, Cepy Budi Mulyawan ini mempertimbangkan tuntutan zaman, perkembangan nasional, sehingga Megawati yang sudah sangat senior dalam perpolitikan di tanah air, dipandang lebih patut menjadi guru politik bangsa mewakili kaum perempuan Indonesia.
“Juga karena mempertimbangan faktor usia beliau, sehingga tidak arif jika sebagai kader PDI Perjuangan masih tetap mendorong agar guru politik bangsa ini mengemban partai yang tantangannya semakin berat,” ujar Cepy Budi Mulyawan yang mengklaim Ormas-nya merupakan kader tulen visi nasionalisme Proklamator Ir. Soekarno.
Cepy Budi Mulyawan sebagai pelaku sejarah pergerakan cikal bakal terjadinya Reformasi ’98, yakni “Tragedi Kudatuli 1996” ini, menegaskan PDI Perjuangan harus jadi partai modern yang berbasis ideologi dan kepeloporan pemuda. Ini yang harus dikedepankan untuk mempertahankan kemenangan serta kejayaan partai menuju Indonesia yang dicita citakan proklamator bangsa.
“Atas dasar itulah berarti harus ada kader-kader partai yang siap dan berani untuk tampil di dalam pemilihan Ketum PDI-Perjuangan,” ucap kader PDI Perjuangan sejak nama partai masih PDI (Partai Demokrasi Indonesia).
Dalam kongres mendatang, Cepy Budi Mulyawan mengungkapkan sangat mendukung keturunan Bung Karno untuk tampil meneruskan kepemimpinan Megawati. Namun, bukan berarti kader-kader PDI-Perjuangan yang lain tidak bisa tampil dan punya kesempatan yang sama.
“Dengan tampilnya kader-kader lain di luar garis keturunan Bung Karno membuktikan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang terbuka dan demokratis sebagaimana nama partai,”ungkapnya.
Cepy Budi Mulyawan mengaku bahwa sejak menjadi kader PDI Perjuangan tahun 1990, dirinya sangat memahami pikiran pikiran Megawati hingga berhasil membesarkan partai. Dia sendiri sebagai kader partai selama ini juga berjuang dalam platform relawan Kombatan hingga menjadi satu-satunya Ormas nasionalis penerus cita-cita Proklamator Bung Karno. Karena itu, Cepy sangat yakin dan optimistis mampu menahkodai PDI-Perjuangan.
Menyambut kongres nanti, Chepy Budi Mulyawan mengajak seluruh kader PDI-Perjuangan untuk turut serta meramaikan pemilihan Ketum PDI-Perjuangan.
“Hal itu cukup krusial dan mendasar agar marwah Kongres PDI Perjuangan benar benar merupakan representasi demokrasi politik di tanah air, khususnya dalam menampung seluruh aspirasi kader,” katanya.
“Sehingga, Kongres PDI Perjuangan nanti dapat menghasilkan dewan pimpinan yang amanah,” imbuh pimpinan Ormas Kombatan yang Ketua Dewan Pembinanya Sidarto Danusoebroto dan Ketua Dewan Penasihat Eros Djarot. (Muh Raihan Abr)
Editor : Ichsan
