KKBS Adakan Silahturami Dan Pengajian Setiap Tiga Bulan Ditengah Pandemi Dengan Protokol Kesehatan Ketat

0
20201031_142138

JAKARTA,Opininews.id– Guna meningkatkan tali silaturahim dimasa pandemi Covid-19 antar sesama anggota Kerukunan Keluarga Besar Soppeng (KKBS) yang ada di perantauan khususnya di Jabodetabek.

“KKSB selama pandemi Covid-19 selalu mengadakan pengajian tiga bulanan secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.”ucap Dr.H.Andi Jamaro Dulung Msi selaku Ketua KKBS ketika ditemui OPININEWS.ID, disela-sela pengajian dan silahturami, bertempat di Restoran Rangi, Jalan Percetakan Negara, belum lama ini di Jakarta.

Menurut Andi Jamaro Dulung KKBS tetap optimis dan percaya diri menggelar acara silaturrahim dan Pengajian terbatas yang setiap tiga bulan sekali, dilaksanakan maksimal dihadiri sekitar 50 orang anggota KKBS se-Jabodetabek.

“Saya tentunya selaku tuan rumah atau panitia penyelenggara acara silaturahmi dan pengajian ini, sebelumnya mohon maaf belum bisa mengundang secara maksimal, karena mengingat masih Kondisi dalam suasana pandemi covid -19 yang belum stabil, sehingga undangan inipun bersifat pribadi dan tidak di posting secara luas,”ujar Andi Jamaro Dulung

Seperti diketahui silaturrahim dan pengajian kali ini, mengutamakan Protokol Kesehatan dan dalam ruangan resto steril, walaupun masih belum diresmikan namun alat Air Purifier adalah Pembersih Udara dan alat Pemutus Jaring Virus Corona – 19.Selama acara silaturahmi dan pengajian ini berlangsung telah dipasang 2 unit.

“Tentunya kami tidak lupa pula di momen silaturrahim dan pengajian ini menghadirkan menu Nusantara diantaranya sop ubi special dan kue bugis dari Rumah Bumbu,”tuturnya.

Dikatakan Andi Jamaro Dulung
bahwa Kerukunan Keluarga Besar Soppeng (KKBS) yang ada di Jabodetabek yang jumlahnya ada sekitar 5000 orang ini, adalah juga bagian dari pilar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), seperti biasa kami senantiasa berkumpul setiap tiga bulan sekali dalam rangka untuk menjalin silaturrahim.

Akan tetapi untuk acara silaturrahim kali ini, kita fokus untuk saling mengerti dan mengenal lebih detail kondisi anggota dan profesinya yaitu apa yang menjadi keunggulan setiap individu dan keunggulan itu akan menjadi bagian dari membuat kesejahteraan bagi anggota yang dianggap berkekurangan.

“Jadi maksud dan tujuannya pada kesempatan silaturrahim dan pengajian kali ini, intinya jadi kalau kita setiap anggota KKBS bertemu harus lebih saling mengenal apakah itu profesinya dan apa pelungnya yang bisa dimanfaatkan di sekitar tempat tinggalnya masing-masing,” urainya.

Disamping itu Andi Jamaro Dulung mengungkapkan bahwa kita KKBS
ini berdiri sebetulnya sudah sangat lama, kira-kira sudah hampir 30 tahun yang lalu kita sudah membangun meskipun awalnya hanya dalam bentuk kelompok arisan hingga saat ini kita terus semakin berkembang khususnya yang telah kita bentuk terlebih dahulu di Jabodetabek.

“Selain itu kita juga memiliki visi dan misi yang mulia diantaranya yaitu jika ada warga kita yang masih terbelakang dari sisi ekonomi dan pendidikan, maka kita himpun dan kita berdayakan agar anggota yang telah berkelebihan secara ekonomi maupun pendidikan tersebut, tentunya bisa menutupi segala kekurangan – kekurangan warga kita yang lainnya,” ungkapnya.

Ketika disinggung terkait apa kendala atau keluhan-keluhan yang dihadapi para warganya menurut Andi Jamaro Dulung bahwa yang paling banyak menjadi kendala yang dihadapi warganya saat ini adalah adanya sebagian warga kita yang berada di pinggir laut, di pasar-pasar tradisional dan yang pekerjaannya hanya serabutan.

“Semua itu tentunya yang akan kita jadikan perhatian kedepannya,”imbuhnya.

Selanjutnya Andi Jamaro Dulung menegaskan KKBS juga akan membuat aturan yang cukup realistis kepada semua warga Soppeng yang ingin masuk ke Jabodetabek, dengan persyaratan utama yaitu diwajibkan warga Soppeng harus punya modal dana untuk menghidupi dirinya sendiri minimal selama satu tahun sebagai syarat utamanya katakanlah mereka harus punya modal uang 20 juta, baru mereka khususnya warga Soppeng boleh masuk ke Jabodetabek.

Masih menurut Andi Jamaro Dulung mungkin mereka juga berpikir masa depannya dari pada mencari kesempatan untuk menjadi pegawai negeri sangat sulit harus juga keluar duit banyak, lebih baik mereka mungkin merantau ke Ibukota Jakarta, tentunya kalau mereka sudah syarat utamanya terpenuhi bawa modal uang 20 juta silahkan saja.

“Karena modal uang 20 juta ini cukup untuk biaya kontrak rumah sekaligus modal usaha setelah itu mereka silahkan cari sendiri, Karena kalau mereka tidak ada modal uang 20 juta hidup di Jakarta akan menjadi beban berat buat mereka sendiri,”tegasnya.

Lebih lanjut Andi Jamaro Dulung perlu diketahui bahwa kami KKBS tidak pernah membuat hubungan secara formal dengan pihak pemerintah baik itu Bupati Soppeng maupun dengan Gubernur Sulawesi Selatan, karena kita hanya kelompok paguyuban saja, yang insya Allah akan hidup berkembang dengan dirinya sendiri tanpa menggantungkan diri pada institusi lainnya.

“Saya berharap kepada semua warga Soppeng yang hidup dimanapun berada hendaknya menjadi solusi setiap persoalan di masyarakatnya,” tandasnya.(han)

Editor: Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *