Kantor Camat Pasar Rebo Punya Rumah Anggrek Menuju Kampung Sejuta Anggrek
JAKARTA,Opininews.id,-Kantor Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur kini memiliki Rumah Anggrek. Bangunan mulai dikerjakan sejak dua pekan lalu dalam rangka mewujudkan Kecamatan Pasar Rebo menjadi Kampung Sejuta Anggrek.
“Demikian hal tersebut disampaikan Camat Pasar Rebo Mujiono, saat diwawancarai sejumlah awak media massa nasional, termasuk OPININEWS.ID, dikantornya, Rabu (15/12/2021).
Lanjutnya Rumah Tanaman Anggrek tersebut berada di halaman samping barat kantor Camat Pasar Rebo.
“Di situ ada sekitar 60-an tanaman anggrek berbagai jenis yang dapat dilihat keindahannya,” ucap Pak Camat Mujiono.
Selain itu lanjut Mujiono bahwa bangunan Rumah Tanaman Aggrek tersebut tembus pandang karena dindingnya terbuat dari kawat- kawat yang bersilangan.
“Rumah tanaman anggrek itu ukuran 4 x 4 meter, dengan tinggi 3 meter, sudah jadi tanggal 10 Desember yang baru lalu,” imbuh Mujiono.
Dikatakannya, bahwa gagasan mewujudkan Kecamatan Pasar Rebo sebagai Kampung Sejuta Anggrek itu bukan hal yang tiba- tiba, melainkan berawal dari informasi Pusat Anggrek di TMII.
Dinyatakannya memang untuk konsumen terbanyak pasar anggrek adalah warga di wilayah Kecamatan Pasar Rebo.
“Nah, mengapa Kecamatan Rebo tak mengembangkan saja budidaya anggrek?,” ujar Pak Camat Mujiono setengah bertanya.
Pengembangan Pasar Rebo menjadi Kampung Sejuta Anggrek inipun kata Mujiono ada landasan hukumnya.
“Itu berdasarkan Perda nomor 11 tahun 2014 tentang RDTR dan PZ pasal 542,”ungkapnya.
Tertulis Pasal 542 Perda 1/2014 itu berbunyi : Bagian Keempatpuluh Dua Kecamatan Pasar Rebo tentang penataan ruang Kecamatan Pasar Rebo.
Antara lain point a. Terwujudnya pengembangan kawasan terbuka hijau lain melalui pelestarian dan atau mempertahankan prasarana olahraga dan lahan pemakaman umum.
Sedang point d. Terwujudnya pengembangan kegiatan pertanian pada budidaya pertanian dan tanaman hias di kawasan jalan lingkar luar.
Program ini sudah berjalan di 5 Kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo setelah dipresentasikan kepada Walikota Jakarta Timur dan jajarannya beberapa waktu lalu.”Pak Wali diwakili Pak Sekko Ferry Setiawan,” kata Mujiono.Lima kelurahan meliputi Pekayon, Kalisari, Cijantung, Gedong dan Kelurahan Baru.
Sudin Parekraf Jakarta Timur dengan Kasudinnya H Ahmad Gozali pada 1 Desember lalu menyambut dengan antusias rintisan Kampung Sejuta Anggrek Pasar Rebo itu.
Lurah Gedong Nunung Siti Cholimah mengakui program Sejuta Anggrek sudah berjalan dengan baik.
“Kelompok Tani (Poktan) yang sudah mulai bertanam anggrek mulai dari seed atau biji di Kelurahan Gedong ada 3 RW, Pak,” kata Lurah Nunung. Disebutnya 3 RW itu meliputi RW 02, RW 09 dan RW 12.”Karang Taruna Kelurahan juga,” kata Nunung.
Diakui Mujiono sekitar 64% wilayah Kecamatan Pasar Rebo merupakan wilayah TNI. Karena itu diharapkan dukungan Kesatuan TNI di Pasar Rebo terutama Ibu ibu Persit Kartika Chandra Kirana yang selama ini juga banyak yang menjadi pecinta anggrek.
“Tanaman anggrek mudah dibudidayakan serta ribuan speciesnya dan dikenal indah bunganya beraneka rupa,”ucapnya.
Lanjutnya Anggrek itu bernilai ekonomi cukup tinggi. Oleh sebab itu bila masyarakat secara massal membudidayakannya niscaya Kecamatan Pasar Rebo akan tampil menjadi Kampung Sejuta Anggrek.
“Tentunya tahap berkutnya akan menjadi destinasi baru agroeduwisata anggrek.Hal itu tentu ada syaratmya yaitu bila dilengkapi dengan pusat informasi maupun pembuatan dan laboratorium bibit anggrek yang memadai,” pungkasnya. (Muh Raihan Abr).
Editor : Ichsan

