Yapiter Marpi Ikuti Bimbingan Teknis Data PDDikti Guna Pemantauan Tahap I BAN PT Melalui Hybrid
JAKARTA, Opininews.id,- Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia khususnya kualitas institusi perguruan tinggi.Tak pelak Para dosen harus meningkatkan ketrampilan untuk mengikuti perkembangan pendidikan dan teknologi informasi yang begitu cepat berubah.
Menurut Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc sekaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III kegiatan ini dalam rangka evaluasi data PDDikti dan benchmarking proses re-akreditasi program studi melalui tahap Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA) untuk perguruan tinggi dilingkungan LLDIKTI Wilayah III.
“Kami bermaksud menyelenggarakan Bimbingan Teknis Data PDDikti untuk Pemantauan Tahap I BAN PT secara hybrid,”terangnya.
Dewan Redaksi OPININEWS.ID, Yapiter Marpi selaku salah satu Dosen di Universitas Jakarta (UNIJA) mengikuti Bimbingan Teknis Data PDDikti untuk Pemantauan Tahap I BAN PT secara hybrid 264 terdiri dari Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik Institusi Pendidikan Tinggi LDIKTI Wilayah III.
“Kegiatan ini berlangsung pada selasa 14 Desember 2021 merupakan kegiatan positif yang dapat memperluas wawasan untuk meningkatkan kualitas institusi perguruan tinggi terutama mengenai peringkat yang dapat menjadi evaluasi peningkatan mutu pendidikan dan mutu sumber daya manusia terutama dosen-dosen terampil yang mampu mengikuti perkembangan pendidikan dan teknologi informasi,
“Demikian disampaikan Yapiter Marpi selaku peserta yang juga dosen UNIJA, saat bincang-bincang sambil makan malam bersama keluarga besar Media OPININEWS.ID, di lesehan Angkringan Rawamangun Jakarta Timur, Kamis (16/12/2021)
Selanjutnya Dosen UNIJA, Yapiter Marpi mengatakan penting pula bagi civitas akademika sebagai sarana yang memfasilitasi ruang gerak berekspresi dosen dalam mengembangkan karir dosen maupun eksplorasi penyebarluasan pengetahuan pendidikan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar dan pengembangan kegiatan mahasiswa didalam kampus.
Dan juga dapat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Untuk itu, Tri Dharma Perguraan Tinggi adalah tanggung jawab semua elemen yang terdapat di Perguruan Tinggi. Bukan hanya mahasiswa, melainkan dosen, dan berbagai sivitas akademika yang terlibat.
Pendidikan dan Pengajaran
Poin pertama Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pendidikan dan Pengajaran. Hal ini sangat penting dalam satu proses belajar pada institusi pendidikan manapun. Di Indonesia sendiri, undang-undangan pendidikan tinggi menjelaskan tentang arti pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Tanpa proses belajar yang baik, tentunya SDM unggul dan berkualitas akan minim dihasilkan dan tentunya akan berefek kepada proses pembangunan bangsa. Orang-orang hebat yang mengelola dan memberikan dampak kemajuan bagi Indonesia, tentu saja berawal dari proses belajar yang baik.
‘Walaupun memang proses belajar tidak selalu di lembaga formal seperti perguruan tinggi, tetapi usaha belajar di perguruan tinggi harus benar-benar berkualitas dan memastikan hasilnya akan baik,” tutur Yapiter Marpi yang juga selaku Dewan Redaksi OPININEWS.ID
Selain itu, undang-undang dasar 1945 juga mendukung hal tersebut. Disampaikan bahwa negara harus ikut serta pada proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan dan pengajaran adalah poin penting yang harus dituju oleh perguruan tinggi.
Penelitian dan Pengembangan
Poin kedua Mahasiswa dan kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan, akan menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, kreatif, dan tentu tidak sekedar bekerja ketika nanti berada di lapangan karirnya.
Pada umumnya, negara-negara maju yang ada di dunia, memiliki kultur penelitian dan pengembangan yang sangat tinggi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, inovasi baru, dan bahkan produk-produk penyelesaian masalah yang mutakhir, lahir dari penelitian dan pengembangan.
Research and Development, adalah hal yang harus senantiasa dilakukan oleh bangsa ini jika ingin maju dan berkembang. Dengan melaksanakan penelitian dan pengembangan, tentunya akan berdampak kepada majunya ekonomi, pendidikan, sosial, dan sektor-sektor lainnya di masyarakat.
Mahasiswa perguruan tinggi pada umumnya adalah orang-orang yang dididik di kampus dan terbiasa untuk membuat penelitian, membuat laporan, melaksanakan tugas sesuai dengan ilmu yang dipahami, bukan hanya asal-asalan atau sekedar mengikuti kebiasaan saja.
Mahasiswa dan kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan, akan menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, kreatif, dan tentu tidak sekedar bekerja ketika nanti berada di lapangan karirnya.
Untuk itu, kedepannya ia akan menjadi agent of change, Social Control, pemimpin masa depan yang mampu memecahkan masalah, serta orang-orang penuh keahlian yang mampu memberikan solusi atas berbagai masalah.
“Keahlian penelitian dan pengembangan akan membantu kamu menjadi mahasiswa berprestasi.”ungkapnya.
Pengabdian Kepada Masyarakat
Point ketiga Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.Ilmu yang bermanfaat tentunya bukan hanya ilmu yang disimpan untuk diri sendiri atau sekedar disimpan dalam pikiran kita, melainkan ilmu yang diamalkan sesuai fungsinya dan memberikan manfaat untuk orang banyak. Akan menjadi percuma jika ilmu yang kita miliki sangat menjulang setinggi langit, namun tidak memberikan dampak perubahan yang signifikan untuk masyarakat.
Dalam Undang-Undang pendidikan tinggi, disebutkan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kamu bisa memulai kegiatan pengabdian masyarakat dengan menjadi relawan disebuah kegiatan sosial. Tanpa jiwa dan semangat pengabdian kepada masyarakat, tentu saja tidak akan ada artinya,”ujar Yapiter Marpi.
Lanjutnya Mahasiswa hanya menjadi cikal bakal manusia yang egois dan tidak peduli terhadap masyarakat. Tentu bukan sesuatu yang baik, dimana mahasiswa adalah harapan besar bangsa ini dan diharapkan mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi harapan masa depan bangsa.
“Dengan peningkatakn mutu pendidikan dan SDM terutama pada tenaga pendidik dosen perlu adanya perhatian untuk menjamin kualitas daya pendidik dan proses transfer knowledge pada mahasiswa yang menghasilkan lulusan yang berkualitas karena dapat mempengaruhi kualitas akreditasi kampus,”tandasnya.(han).
Editor : Ichsan


