Sampah Menggunung 100 KK Warga RW03 Kp.Rawadas Pondok Kopi Resah, Minta Pemkot Jaktim Menindak TPS Diduga Ilegal

0
20210305_083521

JAKARTA,Opininews.id– Sungguh ironis sekitar 100 KK warga di Kampung Rawadas RT.003/RW.03 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur, sangat resah. Pasalnya melihat tumpukan sampah semakin menggunung di lahan dekat pemukiman mereka, dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang di duga ilegal.

Pantauan OPININEWS.ID langsung ke lokasi, menurut informasi berbagai sumber terpercaya dari warga dan tokoh masyarakat setempat seperti Ketua RT, Ketua RW dan Anggota FKDM, diduga ada oknum terselubung secara masif yang memanfaatkan lahan kosong sebagai  tempat pembuangan sampah (TPS). Padahal dulunya lahan kosong itu area persawahan.

Seperti laporan warga setempat, Eha (48) ibu rumah tangga warga RT 003/03 Pondok Kopi ketika ditemui OPININEWS.ID. ia minta kepada pihak Pemerintah Kota Jakarta Timur, agar segera mengatasi masalah di lingkungannya. 

Sebab apabila musim  hujan dengan curah yang tinggi di wilayah RT.003 ini, banjir bisa sampai sepinggang orang dewasa sekitar 80-90cm. Selain itu juga pembuangan sampah yang sekarang ini terus berlangsung itu, sangat mengganggu selain bau nya dan juga bisa menimbulkan penyakit.

“Saya mohon pada bapak Lurah Pondok Kopi dan instansi terkait pemerintah kota Jaktim lainnya agar dapat membantu, biar warga tidak kebanjiran lagi, saya minta dibikinin saluran air. Dan sampah di lahan itu juga distop aja, karena sangat mengganggu semua warga disini, bau nya kalau musim hujan minta ampun,” keluh Eha.

Hal senada juga dituturkan Syaiful (56), penjahit warga RT003/RW 03, setiap harinya bila cuaca terang, terkadang orang -orang di lahan tumpukan sampah tersebut, membakar ban-ban bekas dan limbah sampah lainnya yang baunya menyengat sekali. Kepulan asap hitam akibat pembakaran sampah-sampah disitu menimbulkan penyakit sesak napas dan mata terasa perih.

“Ya saya minta pada pak Lurah Pondok Kopi kalau bisa pembuangan sampah segera di stoplah, karena sangat mengganggu. Terus ya mohon dibikinin saluran air seperti semula. Dulu ada saluran air sini sekitar 300 meter, lurus sampai ke BKT,  namun waktu itu malam-malam diuruk. Sekarang lebih parah, asal hujannya lebih dari setengah jam, sudah banjir,” ungkap Syaiful.

Begitu juga Ketua RT 003/03 Pondok Kopi,  Sayadi pensiunan Sersan Mayor mengakui warganya sering kebanjiran bila hujan deras dan lama. “Ada 100 KK,” tambahnya. Pagi itu dia mengontrol lahan yang menjadi TPS (Tempat Pembuangan Sampah) illegal. Benar pagi itu ada truk masuk membuang muatannya ke lahan tersebut. 

“Waktu banjir tanggal 27 dan 28 Februari yang lalu ada yang datang menyumbang makanan dari pihak swasta,” kata Saryadi.

Setelah itu ada juga pejabat, satpol PP maupun orang SDA memotret motret. Namun Saryadi tidak melihat kelanjutannya.

“Memang perlu perbaikan  saluran air ke BKT. Panjangnya sekitar 300 meter,” tambahnya.

Demikian juga Ketua RW 03 Pondok Kopi H Suryadi ketika dikonfirmasi OPININEWS.ID mengakui kondisi RT 003/03 memprihatinkan dan membutuhkan saluran air  yang baik.”Waktu reses Pak Jastin Anggota DPRD DKI dari Komisi D juga kemari dan berjanji akan membantu,” katanya. Pak RW 03 ini menilai tanah sengketa itu telah menimbulkan masalah.

 Stop TPS Diduga Ilegal

Sementara itu Muhamad Subur, anggota  FKDM Kelurahan Pondok Kopi, ketika diwawancarai beberapa awak media termasuk OPININEWS.ID di RT 003 /RW.03 Kampung Rawadas Kelurahan Pondok Kopi Lokasi Lahan tempat pembuangan sampah, yang diduga ilegal tersebut. Jumat (5/3/2021). Iapun membenarkan yang dikatakan warga RT.003/RW03. Eha dan tetangganya Syaiful yang hanya selang beberapa rumah.

“Memang sampai saat ini hampir setiap hari aktifitas truk-truk sampah itu,  membuang di lokasi lahan dekat pemukiman mereka, ini sudah menyalahi amdal, lantara imbas dari tumpukan sampah itu, setiap musim hujan datang banjir hingga menimbulkan bau busuk yang menyengat,” ucap M.Subur, anggota  FKDM Kelurahan Pondok Kopi.

Lanjut M.Subur menuturkan diduga ada penimbunan saluran yang dilakukan oleh oknum, sehingga air tersebut tidak lancar. Kembali M. Subur mengatakan, ia selaku anggota FKDM Pondok Kopi pada tanggal 23 Februari 2021 jam 16:30  WIB meninjau lokasi tersebut. 

“Saya melihat memang ada pembuangan sampah yang masif berpuluh-puluh truk yang berlokasi di lahan deket pemukiman warga  RT003/RW 003 kelurahan Pondok Kopi dan kita lihat di sini sampah begitu menggunung. Inilah  salah satu  penyebab banjir di wilayah  RT003/RW03 karena aliran air nya  tersumbat oleh puing-puing dan sampah limbah rumah tangga lainnya,” ujar M. Subur.

Makanya ia mohon kepada  pihak  RT,  RW, dan pihak Instansi pemerintah terkait baik itu pihak Kelurahan,  Kecamatan maupun pihak Walikota untuk segera meninjau dan menindaklanjutinya.Karena sampai saat ini pun masih terjadi pembuangan sampah dan segala macam limbah dengan truk -truk yang sangat meresahkan masyarakat di lingkungan RT003/RW03 Kampung Rawadas Pondok Kopi ini.

Selanjutnya M. Subur mengungkapkan kemarin mereka juga melakukan unjuk rasa tapi tidak di gubris. Sementara pembuangan sampah  secara masif masih terus saja dilakukan hingga menggunung. Kita minta segera dihentikan jangan  terus-menerus dilakukan pembuangan sampah, 

Lanjutnya ia sebagai anggota FKDM juga mewakili warga, menegaskan  kondisi ini sebetulnya miris,  kenapa lahan kosong ini akhirnya jadi tempat buang sampah yang  dekat  dengan permukiman warga. Ini tidak bisa dibiarkan.

“Karena lagi-lagi ada 3 yang memang bisa menyebabkan saluran air mampet terus bau yang tidak sedap dan juga asap yang di timbulkan akan menimbulkan penyakit,” tegas M.Subur membela warga RT 003/03 Pondok Kopi. 

Sementara itu Rasikin Lurah Pondok Kopi ketika dikunjungi OPININEWS.ID, di kantornya Jumat (5/3/2021) dalam rangka untuk konfirmasi ternyata sedang tidak ada ditempat, Namun masih diterima  Sekretaris Kelurahan Pondok Kopi, Tari DJ , menurutnya  hari ini  pak Lurah Rasikin, jadwalnya sedang di lapangan ada kegiatan vaksinasi Covid 19 di RW 09. 

Selanjutnya Sekel Tari DJ mengatakan dirinya juga tidak bisa menjelaskan lebih lanjut terkait TPS di RT003/RW03 yang diduga dianggap ilegal itu, karena yang lebih berkompeten menjawab adalah pak Lurah.Biasanya Pak Lurah punya solusinya. Nanti langsung tanyakan ke Pak Lurah saja.

“Saya sarankan tungguin saja, mungkin pak Lurah sebentar lagi balik ke Kantor,” ucapnya.

Namun tidak bisa menunggu waktu lama karena sudah hampir waktu Solat Jumat maka wartawan OPININEWS.ID , inisiatif menghubungi lewat pesan singkat WhatAppnya Rasikin Lurah Pondok Kopi  memjawab : Saya masih rapat persiapan Vaksinasi untuk hari Senin dan saya sudah tegur pemiliknya untuk tidak membuang urugan dan sampah dilokasi tersebut serta agar dibuatkan saluran air yang layak agar tidak ada genangan.

Namun ketika disinggung masih adanya aktifitas truk-truk membuang sampah di lokasi itu , Lurah Pondok Kopi Rasikin menjawab : Ok Bang, terimakasih infonya nanti saya koordinasi dengan Satpol PP sebagai leading Sektornya untuk menyetop kegiatan tersebut.

“Bang terimakasih ya, ini warga Pondok Kopi akan di Vaksin sebanyak 2000 orang lebih pada hari Senin jadi saya masih koordinasi dengan Tean Puskes Kecamatan untuk persiapannya,” pungkas Rasikin Lurah Pondok Kopi. (Muh Raihan Abr).

Editor  :.Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *