Walikota Jaktim Respon OPININEWS.ID Perintahkan TL Buat Saluran Air dan Stop Sampah di Kp.Rawadas RW03 Pondok Kopi

0
20210307_100000

JAKARTA, Opininews.id– Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar bersama Asisten  Ekonomi dan Pembangunan Jakarta Timur, Kusmanto didampingi Lurah Pondok Kopi Rasikin beserta jajaran Unit SKPD lainnya, bergerak cepat merespon pemberitaan di media OPININEWS.ID, Sabtu, (6/3/2021).

Dengan perintah melakukan Tindak Lanjut (TL) aksi pembersihan ke lokasi lahan tersebut, atas dasar laporan dan permintaan 100 KK warga RT003/RW03 Kampung Rawa Wadas (Rawadas) Kelurahan Pondok Kopi, meminta Gunungan Sampah di stop dan segera dibuatkan salurah air lurus kearah BKT.

Walikota Jaktim, M.Anwar  pada  Minggu (7/3/2021) pagi langsung menerjunkan jajarannya sekitar 60 personil dari Sudin/Satpel Lingkungan Hidup, UPK Badan Air, PPSU Kelurahan Pondok Kopi, unsur Satpel SDA Kecamatan Duren Sawit dan pejabat setempat anggota FKDM, M.Subur , Ketua RW 03 Pondok Kopi (Kampung Rawa Wadas) H Suryadi dan Ketua RT 003/03 Pondok Kopi Sayadi untuk melakukan pembersihan lokasi lahan tersebut.

Selanjutnya Walikota Jaktim, M.Anwar saat meninjau ke lokasi kondisi lahan sudah relatif bersih, ia mengatakan dengan tegas, tentunya kami sebagai pemerintah harus hadir sejauh mana kita bisa mengetahui kondisi di lokasi lahan tanah seluas 4.300 M2 itu, yang meresahkan 100 KK Warga RW3 Kampung Rawadas adanya gunungan sampah yang menyebabkan banjir.

“Saya perintahkan  jajarannya agar gunungan Sampah di lahan dekat pemukiman 100 KK warga RW03 di Kampung Rawadas Kelurahan Pondok Kopi, supaya di stop dan segera dibuatkan saluran air luruh kearah BKT,dan saya harap mulai saat ini, tidak boleh buang sampah lagi di lahan ini. Kalau tanah urugan tidak masalah.Tapi jangan kumuh,” tegas  Walikota M. Anwar. Sambil berharap semua pihak ikut menjaganya.

Maka untuk mengatasi banjir di permukiman 100 KK warga Kampung Rawadas RW03 di sebelah selatan lahan tersebut, Walikota M.Anwar  memerintahkan setelah ada surat pernyataan dari pemilik lahan itu, agar segera dibuatkan saluran yang lurus ke gorong gorong arah BKT sepanjang 70 meter dengan lebar minimal 60 cm.

Sesaat sebelumnya,  Asisten Ekbang Pemkot Jakarta Timur Kusmanto dengan tegas memerintahkan kepada Rasikin Lurah Pondok Kopi agar ban – ban bekas yang menumpuk berserakan di lahan tersebut dibuang. 

“Itu sumber penyakit,” tegasnya. Sebab bila musim hujan ban-ban bekas itu menjadi sarang nyamuk dan jentik -jentik. Sedang bila cuaca terang sering dibakar orang yang tidak bertanggungjawab itu kepulan asap hitam nya bisa membuat warga  terancam penyakit ISPA.

Selanjutnya Assisten Ekbang Pemkot Jaktim, Kusmanto menilai bahwa usulan  100 KK warga RW03 Kampung Rawadas yang meminta saluran airnya dibikin lurus ke BKT itu sudah sangat tepat, diharapkan Lurah Pondok Kopi Rasikin segera Tindak lanjuti mengurusnya kepada pihak pemilik lahan.

Anggota FKDM Pondok Kopi Mohammad Subur merasa lega keluhan 100 KK warga Kampung Rawadas RT 003/RW03 ditanggapi positif pihak pemerintah. 

Lanjut M.Subur selama  ini warga tak punya kemampuan untuk mengatasi sendiri masalah seperti itu. “Kalau Walikota kan punya otoritas. Jadi lebih mudah. Kalau warga kan nggak mungkin. Pemilik lahan sih untung terus,” tutur M.Subur.

Sementara itu Lurah Pondok Kopi Rasikin kepada OPININEWS.ID, Minggu (7/3/2021) pagi, saat ditemui di lokasi sesusai aksi pembersihan lahan, menjelaskan lahan itu milik pribadi seluas sekitar 4.300 M2 menurutnya rencana pemilik  lokasi Lahan in akan dijual ke Dinas Kehutanan Pemprov DKI Jakarta untuk tanah pemakaman,

“Jadi nanti nyambung dengan TPU itu,” kata Rasikin sambil menunjuk arah timur.

Lanjut Lurah Rasikin, karena kondisi lahan ini, tadinya lebih rendah dari jalan maka di urug pemiliknya, cuma cara menguruknya itu, memang sembarangan belum tuntas,  jadi kelihatannya urugan sampah, karena inikan hanya puing-puing harusnya kan tanah merah dan juga seharus pemilik lahan tersebut kordinasi dengan RT dan RW maupun tokoh masyarakat setempat.

Lebih lanjut Lurah Rasikin mengungkapkan penyebabnya pemilik tanah ini ingin menjual ke Pemda ?. Dasarnya adalah begini pak, setiap kami mengadakan rapat pertemuan dengan masyarakat banyak yang mengeluh,

Lanjutnya ketika ada warga kita kelurahan Pondok Kopi yang meninggal dunia,  padahal kita punya TPU sendiri, tapi kesulitan untuk menguburkannya, malahan di bawa  ke TPU lainnya seperti TPU Pondok Ranggon, Tegal Alur dan sebagainya.

“Nah inilah momentum niat yang baik, kebetulan pemilik tanah itu mengusulkan untuk dibuatkan TPU bagi warga kelurahan Pondok Kopi,” ungkapnya sambil berharap warga  mendukung semuanya karena ini juga buat kepentingan kita semua,

“Insya Allah Ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat di kelurahan Pondok Kopi sudah setuju,” ucapnya.

Kemudian Lurah Pondok Kopi Rasikin mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan media yang memberikan informasi, karena kami juga perlu bermitra dan berkolaborasi baik dengan semua pihak baik itu tokoh masyarakat,  ormas,  wartawan , pihak RT dan RW.

“Ayo kita semua sama-sama mendukung program.pemerintah yang menjadi keinginan maupun kebutuhan -kebutuhan masyarakat sehingga semua akan berjalan dengan baik,” tandasnya (Muh Raihan Abr)

Editor : Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *