Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud Di GBK Dibanjiri 400 Ribu Massa Dan Jarwo Center Ingatkan Jangan Percaya Dengan Politik Lembaga Survei

JAKARTA, Opininews.id,- Jejaring Relawan Nasional Jarwo Center mengingatkan kepada seluruh para pendukung pasangan calon (Paslon) Capres -Cawapres Nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD di Pilpres yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 ini. Maka diharapkan agar tidak terkecoh dengan berbagai macam bentuk trik maupun propaganda dalam bisnis politik elektoral lembaga-lembaga survei yang diduga mengklaim memenangkan salah satu paslon Capres -Cawapres tertentu. 

“Masyarakat jangan terkecoh. Sebab, kampanye akbar pesta rakat Ganjar-Mahfud di Stadiun Utama GBK, Senayan Jakarta, Sabtu (3/2/2024) kemarin, dibanjiri sekitar 400 ribu massa pendukung. Ini bukti kalau klaim lembaga survei itu diduga abal-abal. Sebaliknya, fakta itu membuat kami optimistis paslon Capres- Cawapres Ganjar-Mahfud memang satu putaran,” kata Ketua Umum, Budi Mulyawan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaktur OPININEWS.ID, di  Jakarta, Minggu (4/02/2024).

Selanjutnya Budi Mulyawan, yang akrab disapa Cepi, mempertegas masyarakat sepatutnya tidak harus percaya begitu saja lembaga survei. Sebab, sudah jadi rahasia umum adanya lembaga-lembaga survei menjadikan momen Pilpres untuk tujuan industrialisasi survei elektoral. Siapa yang berani bayar besar, dipastikan jadi “indung semang survei”. 

“Seharusnya lembagai survei itu menjunjung tinggi etika keilmiahaan. Sayangnya, dirusak jadi syahwat bisnis politik Pilpres,” tegas Cepi, yang saat kampanye Ganjar-Mahfud di Stadiun Utama GBK, Senayan Jakarta, maka pihaknya mengerahkan ratusan ribu massa jejaring relawan Jarwo Center yang ada di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat diantaranya yakni :  Jarwo Mania, – Jabodetabek, Bonser Jarwo – Jabodetabek, Mitra Jarwo – Jabar, Balad Jarwo – Jabar, Indah Jarwo – Jabar, dan Aing Jarwo – Banten, serta Sohib Jarwo – Jakarta.

“Karena itu, tidak heran belakangan, begitu ada suara kecewa terhadap fakta lapangan yang tidak sesuai target paslon tertentu, lantas lembaga survei ramai-ramai umumkan hasil survei klaim paslon tertentu itu menang satu putaran. Wajar, publik curiga dana besar survei terlanjur digelontorkan,” kata Cepi. 

Kemudian Cepi memperingatkan, lembaga-lembaga survei agar tidak keterusan ikut bermain politik Pilpres hanya untuk tujuan industrialisasi survei. Apalagi, secara vulgar terus menerus memainkan angka-angka elektoral untuk memenuhi pesanan memenangkan paslon tertentu.

Oleh karena itu, kata Cepi, publik juga patut curiga jangan sampai angka-angka yang diklaim hasil survei hanya untuk tujuan “framing” pembentukan opini publik menyongsong hasil akhir Pilpres 2024 ini.

“Jangan sampai dengan adanya framing itu, lantas akan dijadikan pembenaran terhadap hasil akhir Pilpres nanti. Apalagi, jika dimaksudkan untuk tujuan kamuflase menutupi apabila terjadi kecurangan-kecurangan hasil perhitungan di TPS atau KPPS,” ungkap Cepi. 

  Lebih lanjut Cepi mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya warning dari elemen masyarakat mengatasnamakan Aktifis Gema 77 dan 78 yang akan mengadukan pidana lembaga survei yang melakukan kebohongan publik. Sebab, terbukti sengaja melakukan manipulasi angka elektoral dengan kedok hasil survei, sehingga menempatkan perolehan elektoral paslon Capres -Cawapres tertentu jauh di atas paslon Capres – Cawapres lainnya. 

“Masyarakat sudah tidak lagi bisa ditipu-tipu lembaga survei. Jadi, kami Relawan Jarwo Center  mengingatkan kepada para lembaga survei agar menghentikan merusak moral dan etika lewat cara membohongi rakyat di seluruh Indonesia dengan memenangkan salah satu  paslon Capres – Cawapres tertentu, hanya karena untuk mendapatkan bayaran besar,” tandas Cepi, yang jejaring relawan Jarwo Center-nya tersebar di seluruh provinsi, termasuk luar negeri.

Editor : (Red/BM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *