Reuni Akbar Lintas Angkatan Dan Generasi Ikatan Alumni Teknik Mesin ITB 2025 “Solidaritas Tanpa Batas”
JAKARTA, Opininews.id,- Ikatan Alumni Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berdiri sejak awal tahun 1940-an, pada hari Sabtu, 13 September 2025 menyelenggarakan Reuni Akbar lintas generasi Teknik Mesin dengan tema “Solidaritas Tanpa Batas” sebagai semangat kebersamaan lintas angkatan dan generasi alumni.
Kegiatan reuni akbar ITB 2025 ini dipimipin oleh Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin ITB, Rilly Christian Hutabarat dan Ketua Panitia Reuni Akbar Ikatan Alumni Teknik Mesin ITB, Muhammad Farhan
Kegiatan Reuni Akbar ini dimeriahkan dengan berbagai sesi acara menarik diantaranya sesi nostalgia, permainan asyik, hiburan musik yang menarik, pembagian doorprize serta penghargaan kepada dosen purna tugas.
Adapun pelaksanaan acara Reuni Akbar Teknik Mesin ITB 2025 tersebut bertempat Aula Kementerian Perindustrian RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dihadiri sebanyak 200 Mahasiswa dan 50 Dosen serta 1000 lebih alumni Teknik Mesin ITB dari berbagai angkatan 1950-2020.
Selain itu dihadiri pula oleh para mantan pejabat negara Alumni Teknik Mesin ITB antara lain yakni :
Muslimin nasution : Menteri Kehutanan dan Perkebunan Indonesia 1998-1999
Budhi Muliawan Suyitno : Menteri Perhubungan 2001
Jero Wacik: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (2004–2011) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2011–2014)
Susilo Siswoutomo: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (2013-2014)
Hamdani Dzulkarnaen Salim : Direktur Astra Internasional TBK
Taufik Adityawarman: Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional
Qamaruzzaman : Direktur PT Pupuk Kalimantan Timur.
Gembong Primadjaja : Ketua Ikatan Alumni ITB 2021-2025
Dalam kesempatan itu Ketua Ikatan Alumni Teknik Mesin ITB, Rilly Christian Hutabarat kepada sejumlah awak media termasuk OPININEWS.ID, usai acara menjelaskan adapun tujuan diselenggarakannya reuni akbar alumni teknik mesin tahun 2025 ini adalah untuk mempererat silaturahmi antar lintas generasi alumni Teknik Mesin ITB guna mendorong alumni mesin ITB untuk meningkatkan kepedulian alumni terhadap kampus dengan memberikan penghargaan kepada para dosen yang sudah purnabakti yang telah berkontribusi di sentra utama pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
“Sehingga diharapkan Reuni Akbar Teknik Mesin ITB 2025 ini menjadi ajang mempererat ikatan persaudaraan, membuka peluang kolaborasi, sekaligus merayakan perjalanan panjang Teknik Mesin ITB.” Jelasnya.
Lebih lanjut Rilly Christian Hutabarat mengatakan kami sebagai organisasi alumni Teknik Mesin ITB memang pertemuan seperti ini sangat dperlukan Karena range umur itu sudah jauh berbeda. Sudah sangat panjang jaraknya .
“Sehingga diperlukan acara- acara seperti Reuni Akbar ini untuk menyatukan dan terutama mendorong generasi-generasi yang masih berada di garda terdepan di Republik ini untuk ikut membangun negara ini, terlibat dalam pemerintahan untuk kita saling support juga di sini, dan saling kenal, “kata Rilly Christian Hutabarat
Selanjutnya Rilly Christian Hutabarat ketika ditanya, apakah dalam kegiatan ini juga ada pembahasan untuk perbaikan pemerintahan dan segala macam, atau sekedar kumpul-kumpul biasa saja gitu?
Kemudian Rilly Christian Hutabarat menjawab reuni akbar Teknik Mesin ITB 2025 ini memang kumpul-kumpul informal biasa, melibatkan para dosen, karena ikatan kami itu memang paling kuatnya kalau ada guru-guru kami, sosok-sosok yang sangat kami segani dan kami cintai.
“Oleh karena itu pada momen kali ini kami memang memanggilnya, makanya massanya bisa cukup banyak. Untuk ukuran bisa mengumpulkan masa seperti ini, perlu satu kekuatan itu. Nah memang jujur untuk acara kali ini dibuat lebih informal, tidak ada agenda khusus, “ungkapnya.
Sementara itu Dekan fakultas teknik mesin Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD- ITB) Mewakili rektorat
Prof. DR. IR. Hermawan Judawisastra, M.ENG menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung program acara Reuni Akbar Teknik Mesin ITB dari fakultas kami sendiri.
Lanjutnya di mana saat ini di FTFD, khususnya di FTFD ITB, ini kami salah satu programnya. Selain dari pendidikan unggul, kemudian yang kedua adalah riset dan inovatif unggul, serta layanan yang relevan. Nah poin dua dan poin tiga ini perlu dan sangat butuh dukungan setelah kolaborasi dengan alumni.
Menurutnya di sini alumni yang kita lihat sangat antusia hadir dari mulai angkatan 56 sampai mahasiswa yang 2023 semuanya berkumpul di sini. Dan ini akan membuat kolaborasi yang sangat baik dan juga akan mendukung program terutama program yang terakhir tadi. Ini akan sangat mendukung sehingga ke depan FTMD seharusnya akan bisa lebih fokus dan juga bisa menjalankan program tersebut.
Lebih lanjut Prof. DR. IR. Hermawan Judawisastra, M.ENG menjelaskan. pemeran alumni bagi kampus itu sangat-sangat penting karena alumni teknik mesin itu sudah terkenal kekompakannya dengan jargon solidarity forever, atau yang tadi diterjemahkan di dalam program ini, solidaritas tanpa batas. Nah ini yang kita terus kumandangkan dan ini menjadi satu hal yang membuat kita bisa terus bersama-sama kekompakan dan menjaga kegiatan-kegiatan serta pengembangan di fakultas ini.
“Sebagai informasi juga di tahun kemarin itu dari dukungan alumni kita bisa membuat ada satu namanya teras FTMD dimana kami-kami membutuhkan dana sebesar 7 miliar saat itu dan itu semua didukung oleh alumni.” ujar Prof. DR. IR. Hermawan Judawisastra, M.ENG
“Sehingga membuat satu bangunan yang ikonik yang saat ini menjadi tempat kolaborasi dan bukan hanya di dalam internal FTMD tapi juga membuat kolaborasi dengan fakultas-fakultas lainnya yang banyak berkunjung ke tempat tersebut. Dan itu semuanya dari dukungan alumni.”sambungnya.
Selanjutnya Prof. DR. IR. Hermawan Judawisastra, M.ENG diakhir wawancara dengan sejumlah awak media termasuk OPININEWS. ID, pihaknya berharap kedepannya dengan ada kegiatan ini program-program akan bisa lebih berjalan dengan mulus karena dukungan dari alumni yang punya kiprah bukan hanya di universitas tapi juga di lembaga-lembaga pemerintahan.
“Dan tentunya termasuk juga di perusahaan-perusahaan yang bisa membuat kolaborasi untuk kelangsungan, pendidikan, dan riset industri di riset dan inovasi di FTMD.” pungkasnya.
Editor : (Ichsan)
