Flyover Benhill Menjadi Titik Aksi Bersih-Bersih Sedunia World Cleanup Day Indonesia Di 21 September 2025
JAKARTA, Opininews.id,-World Cleanup Day (WCD) adalah gerakan aksi bersih-bersih serentak yang dimulai di Estonia pada 2008 dan kini dilaksanakan di lebih dari 211 negara. Sejak hadir di Indonesia pada 2018, WCD telah menghimpun jutaan relawan di 38 provinsi dengan capaian lebih dari 55.000 ton sampah terangkat serta menjadi penggerak nomor satu dengan kontribusi relawan terbesar di dunia.
Pada Tahun 2025 ini, Tim WCD Indonesia dengan 692 relawan kembali menyelenggarakan aksi acara puncak World Cleanup Day Indonesia 2025 yang digelar pada hari Minggu, 21 September 2025, di Flyover Benhill menjadi Titik Aksi Bersih-Bersih Sedunia World Cleanup Day Indonesia beserta ribuan titik aksi di seluruh Indonesia dengan target keterlibatan hingga 13 juta relawan. Melalui kegiatan plogging, talkshow interaktif, dan kampanye pilah sampah.
Adapun acara puncak World Cleanup Day Indonesia 2025 ini dengan tema “Menuju Indonesia Bersih 2029” sejalan dengan target nasional 100% sampah terkelola pada 2029.
Sehingga diharapkan melalui gerakan ini semakin banyak orang sadar akan masalah darurat sampah dan mengambil inisiatif untuk bebersih atau mengurangi jumlah sampah yang diproduksi.
Adapun Rangkaian kegiatan World Cleanup Day tersebut diisi dengan beberapa agenda utama: antara lain :
(1) Plogging, yaitu lari atau jalan santai sambil mengumpulkan sampah dengan rute menuju JPO Tugu Sepeda dan menuju JPO Polda lalu kembali ke titik kumpul di Flyover Bendungan Hilir,
(2) Kampanye pilah sampah plastik yang melibatkan masyarakat sekitar melalui permainan edukatif, dan
(3) Drop off sampah terpilah di area Car Free Day Jakarta dengan partisipasi masyarakat yang berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 261,9 kg yang terdiri dari residu (185,85 kg), anorganik (69,4 kg), dan puntung rokok (7,65 kg).
Selain aksi bersih, acara puncak World Cleanup Day Indonesia 2025 ini juga menghadirkan talkshow inspiratif bersama beberapa narasumber diantaranya yakni :
Andy Bahari selaku leader World Cleanup Day Indonesia), Carolus Bregas Pranoto dari Katadata Green, Wahid dar Sekolah Adiwiyata, dan Nur Rakhmah Latifah dari Waste4Change yang membahas pentingnya kesadaran masyarakat serta kolaborasi multipihak dalam mengatasi isu darurat sampah di Indonesia.
Pada kesempatan itu Andy Bahari, Leader World Cleanup Day Indonesia, mengatakan: “World Cleanup Day ” adalah aksi bersih-bersih dunia yang sejak 2018 juga hadir di Indonesia dan sekarang sudah ada di seluruh penjuru negeri.
“Buat saya, hal terpenting adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini soal tanggung jawab sampah dan proses pilah sampah. ” Kata Andy Bahari dalam keterangannya kepada OPININEWS.ID lewat pesan singkat Whatsapp nya di Jakarta, Minggu, (28/9/2025).
Lebih lanjut Andy Bahari, menyampaikan pada dasarnya semangat clean up ini sudah jadi bagian dari budaya kita, dari kerja bakti di RT sampai obrolan sore ibu-ibu komplek sambil membersihkan halaman rumahnya.
“Itu semua menunjukkan kalau gotong royong memang sudah mendarah daging di Indonesia. Jadi kalau ditanya dari mana harus mulai, jawabannya sederhana: mulai dari dirimu sendiri.” ucap Andy Bahari,
Sementara itu Pak Wahid, dari Sekolah Adiwiyata menyampaikan dari sisi bidang edukasi .Kalau anak-anak terbiasa memilah sampah sejak dini, mereka akan tumbuh jadi generasi yang lebih peduli dan mampu mengurangi sampah dari sumbernya.
“Saat ini ada 500.000 sekolah namun yang sudah menjalani program sekolah adiwiyata saat ini masih di 22.000 sekolah.”ujar Wahid
Selanjutnya Carolus Bregas Pranoto, dari Katadata Green menyampaikan bahwa Katadata menggunakan tagline ‘sustainability Hub’ karena pada dasarnya isu lingkungan adalah isu yang kompleks dan butuh keterlibatan Pemerintah, komunitas, dan Perusahaan.
“Sedangkan Peran media disini sebagai amplifikasi masing-masing dari sektor tersebut.” kata Carolus Bregas Pranoto,
Kemudian narasumber Nur Rakhmah Latifah, perwakilan dari Waste4Change: mengatakan bahwa untuk di waste4change sendiri selama 10 tahun ini sudah berhasil mengelola 65.000 ton Sampah.
“Waste4Change berusaha mengelola sampah semaksimal mungkin sehingga sampah yang berakhir di TPA sangat minimal mengingat kondisi TPA di Indonesia sudah over capacity sampai setinggi 16 lantai Gedung Jakarta’’Nur Rakhmah Latifah.
Nur Rakhmah Latifah menambahkan melalui rangkaian kegiatan ini, World Cleanup Day Indonesia mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran lebih terhadap isu lingkungan, terutama sampah.
“Dengan kesadaran tersebut, diharapkan tercipta Indonesia yang bersih dan bebas sampah.” Imbuhnya.
Kemudian diakhir acara puncak World Cleanup Day Indonesia tersebut para narasumber masing-masing memberikan closing statmen tagline seperti diantaranya narasumber :
Andy Bahari, Leader World Clean up Day Indonesia), menegaskan bahwa perubahan selalu dimulai dari langkah kecil: “Mulai dari dirimu” ucapnya
Kemudian “Jangan bosan memilah, ”tegas Carolus Bregas Pranoto,dari Katadata Green
Selanjutnya “Kurangi menghasilkan sampah” tegas Wahid, dari Sekolah Adiwiyata),
Dan “Bijak kelola sampah” pungkas Nur Rakhmah Latifah, dari Waste4Change
Editor (San)
