Biji Pala Diolah Menjadi Pembersih Tangan Organik Untuk Tingkatkan Pendapatan Warga Werianggi-Werabur, Papua Barat

0
IMG_20260930_082403

WERIANGGI-WERABUR -PAPUA BARAT, Opininews.id,– Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UI mengajarkan Warga kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, bagaimana cara mengolah Biji pala yang selama ini dijual murah, ternyata mengandung minyak atsiri dan senyawa aktif yang efektif sebagai anti bakteri alami.

“Yakni dengan cara biji pala tersebut diolah menjadi produk pembersih tangan (hand sanitizer) maka bisa bernilai jual lebih tinggi. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan Warga kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat,

“Demikian kata Mama Katerina Bieth, salah satu peserta pelatihan pengolahan biji pala di Balai Isombani, warga kawasan transmigrasi kampung Werianggi, Papua Barat, seperti dalam siaran pers yang diterima Redaktur OPININEWS.ID di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Selanjutnya Mama Katerina Bieth, berharap, pelatihan dan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot UI tidak hanya berhenti sampai di sini saja,  “melainkan dikembangkan terus sampai menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga kawasan transmigrasi Kampung Werianggi, ” ujar Mama Katerina Bieth.

Sementara itu Fhira, anggota Tim Ekspedisi Patriot UI, menegaskan  Pembersih tangan berbasis biji pala ini, juga menjadi solusi bagi warga untuk menjaga sanitasi di tengah kekurangan air bersih. Workshop tersebut diikuti 20 mama-mama yang tergabung dalam kelompok UMKM Ayawata, baik orang asli Papua maupun transmigran.

Lanjut Fhira proses pembuatannya diawali dengan menjemur biji pala selama 5-6 hari hingga kering, lalu ditumbuk halus dan direndam dalam alkohol 70 persen dengan perbandingan 1:5 selama tiga hari. Campuran kemudian disaring dan ekstraknya dikemas ke dalam botol spray sebagai hand sanitizer siap pakai.

Menurut Fhira pemilihan biji pala berangkat dari kajian literatur yang kini masih diverifikasi tim melalui pengujian.

“Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu,” ujar Fhira, anggota Tim Ekspedisi Patriot UI,

Lanjut Fhira pengujian di laboratorium membandingkan empat sampel, yakni kelompok tanpa hand sanitizer, hand sanitizer berbahan biji pala, berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.

“Setelah hasil uji keluar, produk ini rencananya dipamerkan kepada sejumlah kepala daerah pada 1 Oktober mendatang, sebagai langkah awal memperkenalkannya ke pasar yang lebih luas.” ujar Fhira

Lebih lanjut Fhira menyampaikan upaya mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menempatkan ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi kekuatan ekonomi nasional.

“Ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan,” ujar Presiden  Prabowo, Jumat (14/8/2026) lalu

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai kehadiran Tim Ekspedisi Patriot membuktikan ilmu pengetahuan bisa diterjemahkan menjadi solusi bagi masyarakat.

“Kalian tidak hanya turun membawa penguasaan ilmu, tetapi juga solusi yang membumi,”_ ujar Menko AHY Kamis, (17/9) saat audiensi dengan TEP di Jayapura.

Sedangkan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menambahkan pengembangan kawasan dapat dimulai dari potensi sederhana di sekitar masyarakat, lalu diperkuat lewat keterampilan, teknologi, pengemasan, dan akses pasar.

“Kita mulai dari langkah-langkah kecil, tetapi hasilnya harus terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat,”_pungkas Menteri Iftitah.

Editor ; (RED/TLT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *