Pembangunan Turap Kalibaru Sepanjang 55 Meter Di RW 10 Cijantung Berdampak Positif Bagi Warga
JAKARTA,Opininew,id,— Penanganan infrastruktur saluran air di kawasan Jakarta Timur terus menunjukkan progres nyata. Pekerjaan pembangunan turap Kalibaru yang membentang dari Selatan – Utara sepanjang 55 meter di sisi timur Jl. Raya Bogor, tepatnya di Jl. Pedati RT 003 RW 10, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, kini telah rampung dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Pekerjaan fisik yang resmi dimulai sejak 29 Juli 2026 ini berada di bawah penanggung jawab pelaksana CV Indo Agung Sejahtera. Pembangunan turap ini dirancang untuk memperkuat struktur dinding penahan air serta mencegah abrasi maupun longsor di bantaran Kalibaru.
Kualitas dan ketepatan waktu dalam pengerjaan proyek ini mendapat respons hangat dari pengurus wilayah serta warga setempat.
Ketua RW 10 Kelurahan Cijantung, Mukyadi, S.T. menyampaikan apresiasinya terhadap hasil pekerjaan turap tersebut. Menurutnya, keberadaan turap baru ini sangat penting terlebih menjelang musim hujan saat ini untuk menjaga stabilitas dinding aliran sungai Kalibaru lingkungan di sekitar Jl. Pedati Selatan. Dengan sudah terbangunnya turap di Rt 003 Rw 10 Kelurahan Cijantung ini.
“Oleh karena itu, saya sebagai Ketua RW 10 Kelurahan Cijantung menghimbau kepada warga untuk merawat dan tidak membuang sampah ke sungai.
“Demikian dikatakan Ketua RW 10 Kel. Cijantung, Mukyadi, S.T. dalam keterangan tertulis yang diterima redaktur OPININEWS.ID di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Selain itu Ketua RW 10 Kel. Cijantung, Mukyadi, S.T. mengucapkan terima kasih untuk para pihak yang sudah mendukung dan menjaga kondisivitas saat proses pembangunan berlangsung.
“Kami segera akan mengajukan permohonan lagi kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta c/q Suku Dinas Sumber Daya Air untuk tahun anggaran selanjutnya dapat menyelesaikan sisa area yang belum di turap sepanjang 25 meter kearah utara yang berbatasan langsung dengan wilayah Rt 004 Rw 10 Kelurahan Cijantung, ”ujar Mukyadi, S.T.
Apresiasi juga disampaikan ketua RT 003 RW 10, Cijantung, Rusdi, serta perwakilan warga masyarakat, Limin, mengaku sangat puas dengan hasil akhir pembangunan.
“Lantaran seluruh warga RT 003/RW 10 Kel. Cijantung menilai pengerjaan dilakukan secara rapi, kokoh, dan sesuai dengan kebutuhan lingkungan yang selama ini rentan terpengaruh debit air tinggi.” Imbuhnya
“Hasil Pembangunan turap di Rt 003 Rw 10 Kelurahan Cijantung wajib menjadi rekomendasi kepada Vendor/penyedia jasa konstruksi lainnya di Pemprov DKI Jakarta”. Sambungnya
Lebih lanjut, Ketua Rw 10 Mulyadi.S.T menambahkan, bahwa dirinya senada dengan Lurah Cijantung
“Turap baru ini berfungsi meminimalisir risiko erosi tanah di tepi aliran sungai yang berpotensi memicu tanah longsor. Keberadaan pembatas yang jelas dan kokoh di sepanjang sisi sungai juga meningkatkan keselamatan para pengguna jalan di Jl. Pedati serta pejalan kaki yang beraktivitas di sekitarnya”.tegasnya.
Sementara itu Lurah Cijantung, Suparmadi, S.E, M.Si.saat di komfirmasi Wartawan OPININEWS.ID.(Selasa 29/9/2026) menyampaikan Selain memperkuat ketahanan fisik saluran air, pembangunan turap sepanjang 55 meter ini memberikan pengaruh yang signifikan bagi lingkungan sekitar:
“Dengan terpasangnya turap yang kokoh, risiko banjir dan luapan air yang berpotensi merusak hunian maupun tempat usaha warga dapat ditekan, ” Ucap Lurah Suparmadi, S.E, M.Si.
Lanjut Lurah Suparmadi, S.E, M.Si sehingga pembangunan turap tersebut memberikan rasa aman bagi pelaku usaha mikro di sepanjang Jl. Pedati Selatan untuk menjalankan aktivitas ekonomi tanpa khawatir kerugian materiil akibat longsor.
“Selain itu, nilai aset properti di lingkungan RT 003 RW 10 turut terjaga”tegasnya
Sambung Lurah Suparmadi, S.E, M.Si lingkungan pemukiman menjadi lebih bersih, rapi, dan tertata. Warga tidak lagi terbebani kecemasan saat musim hujan tiba, “sehingga hubungan kemasyarakatan dan aktivitas sosial warga di RW 10 dapat berlangsung lebih nyaman dan harmonis”.terangnya.
Lebih lanjut Lurah Suparmadi, S.E, M.Si mengatakan pembangunan turap Kalibaru ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pihak pelaksana dan masyarakat setempat, “tentunya dalam menciptakan lingkungan pemukiman yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan di Jakarta Timur.” Pungkasnya
Editor : (RED/JER).
