Kasudin Kesehatan Jaktim dan Lurah Pondok Kopi Target 2000 Lansia di 11 RW Tuntas di Vaksinasi Secara Dinamis

0
IMG-20210309-WA0424

JAKARTA, Opininews.id; –Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan, didampingi Lurah Pondok Kopi Rasikin, Ketua Satgas Covid Ega Arimurti dan pengurus di 3 RW lainnya yaitu RW 07, RW 08 dan RW 09 menghadiri dimulainya penyelenggaraan kegiatan pemberian Vaksinasi secara Dinamis kepada 2000 atau tepatnya lebih dari 1.950 orang Lanjut Usia (Lansia) dilaksanakan secara bertahap. 


Dan untuk tahap pertama pada hari Senin (8/3/2021) ini, kuota pemberian Vaksinasi Covid 19 secara Dinamis kepada sekitar 400 orang lebih kaum Lansia dari  3 RW  yaitu RW 07, RW 08 dan RW 09. Bertempat di area lingkungan warga sendiri di TK Islam Al Mujahidin, RW 09 Pondok Kopi, 

“Sehingga kami targetkan pemberian Vaksinasi Covid 19 secara dinamis untuk kaum Lansia warga di 11 RW se- Kelurahan Pondok Kopi ini, tuntas semuanya dalam waktu 4 hari.” Demikian dikatakan Kasudin Kesehatan Jakarta timur dan Lurah Pondok Kopi Rasikin dalam jumpa pers dihadapan puluhan awak media termasuk OPININEWS.ID.

Selanjutnya Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan menjelaskan Berdasarkan Intruksi Sekda (Insekdas) DKI Jakarta Nomor : 19 Tahun 2021pelaksanaan pemberian Vaksinasi Dinamis dan Vaksinasi Statis dilakukan  secara serentak di seluruh DKI Jakarta, ada disetiap masing-masing Kecamatan.

Lanjutnya dimulainya vaksinasi baik itu Vaksinasi Dinamis maupun Vaksinasi Statis dilaksanakan sudah seminggu yang lalu, sedangkan pelaksanaan Vaksinasi secara dinamis yang mendekatkan langsung ke tempat warga di RW 09 ini, adalah baru yang pertama kalinya.

“Tujuan pelaksanaan vaksinasi secara dinamis ini, dengan harapan bahwa cakupan kami terhadap kaum lanjut usia (Lansia) lebih tinggi,” ungkapnya.

Lanjut Indra Setiawan memang diakui ada juga yang tidak lulus Screening, lalu kita terapi dahulu sampai sembuh, selanjutnya mereka itu bisa melaksanakan Vaksinasi secara Statis,  di DKI Jakarta ada beberapa tempat yang bisa dilakukan Vaksinasi secara statis yaitu : di Puskesmas Kecamatan, RSUD dan RSKT.

“Jadi, yang pasti kita laksanakan itu, harus sesuai dengan peraturan yang ada kalau memang belum layak untuk di Vaksin bisa ditunda dahulu sampai kondisinya benar-benar layak untuk di Vaksin,” tutur Indra Setiawan sambil memberikan himbau walaupun sudah di Vaksinasi akan tetapi Protokol Kesehatan (Prokes) tetap harus di lakukan sampai kasus pandemi Covid 19 benar-benar bisa turun dan kita terbebas dari Covid 19.

Sementara itu ketika di singgung terkait penunjukan tempat dan fasilitas  penyelenggaraan Vaksinasi Covid 19 secara dinamis ini, Lurah Pondok Kopi Rasikin mengakui memang awalnya ada keluhan sedikit dan ini juga merupakan Inisiatif dari para warga maupun pengurus RW se-Kelurahan Pondok Kopi, khususnya warga kaum Lansia, 

Lanjutnya adapun keluhan yang dimaksud adalah, jika terlalu jauh lokasinya dan lama antrinya para Lansia itu sangat riskan, tentunya fisiknya tak kuat lagi malah kecapean.

“Makanya para kaum Lansia itu minta  tempat Vaksinasinya dibuatkan di deket sekitar rumahnya. Pak Lurah bisa gak sih..,Mengadakan Vaksinasi Covid 19 secara dinamis dekat dengan rumah tinggal kita,”kata Lurah Rasikin.

Kemudian Lurah Rasikin, mengungkapkan pihaknya sebagai Lurah Pondok Kopi langsung berkordinasi dengan Puskesmas Kecamatan, setelah berkordinasi, persiapan dan lalu disetujui tempat dan fasilitas di RW 09 sehingga kita laksanakan dengan baik. 

“Alhamdulillah pihak Puskesmas Kecamatan merespon dengan baik, karena sepanjang ada fasilitas yang memadai Puskesmas mendukungnya,” imbunya.

Selanjutnya terkait dalam pelaksanaan vaksinasi Covid 19 ini,  terungkap dari penuturan anggota Satgas Covid 19, Ketua RW maupun para Lansia sendiri di lokasi vaksinasi diantaranya : 

Karsan (68) warga RT 005/08 Pondok Kopi yang datang bersama isterinya, mengungkapkan, ia sendiri tak lolos screening. “Gula darah saya tinggi. Saya disuruh pulang untuk berobat dulu. Kalau isteri saya lolos,” kata Karsan. Isterinya bernama Titik (60) sedang disuntik di ruang vaksinasi.

Karsan sebetulnya ingin segera divaksinasi agar leluasa memeluk cucu cucunya bila mereka datang. “Cucu saya 5 dari 3 anak,” ucapnya.

Lain halnya dengan Bambang Setyadi, Ketua RW 09 menuturkan, semula lansia di RW-nya yang mendaftar vaksinasi 196 orang. “Ternyata sekarang tinggal 170 an orang. Ada yang mundur, ada juga umurnya belum 60 tahun,” ujar Bambang.

Begitu juga dengan Lansia di RW 08 ada perubahan jumlah saat hari H nya. “Sekarang ada 133 orang lansia,” ungkap Gatot Ketua RW 08 Pondok Kopi.

Sedangakan Ketua LMK Pondok Kopi H Tatang Ishak Iskandar dan Lurah Rasikin juga mendengar sendiri saat  H.Ali mengungkapkan Lansia warganya ada beberapa yang mundur. (Muh Raihan Abr).

Editor : Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *